Menurut Journal of Indian Association of Pediatric Surgeons (2008), kelainan ini juga bisa ditemukan di area retroperitoneal, sacrococcygeal, kepala, skrotum, hingga rongga mulut.

Fetus in fetu pertama kali didefinisikan pada awal abad ke-19 oleh Meckel.

Meski sering terdeteksi pada bayi dan anak-anak, beberapa kasus baru disadari saat usia lanjut karena tidak menimbulkan gejala.

Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga terkait dengan kembar parasit.

Dr. Omer Globus, direktur neonatologi di Assuta Medical Center, Israel, menjelaskan prosesnya terjadi ketika salah satu embrio masuk ke rongga yang menutup saat perkembangan.

Janin di dalam sebagian berkembang tetapi tidak hidup.

Ada teori lain yang mengaitkan fetus in fetu dengan teratoma, tumor dari tiga lapisan sel embrio.

>>> Korea Selatan Balikkan Keadaan, Tekuk Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026

Perbedaan utamanya adalah keberadaan struktur tulang belakang pada fetus in fetu yang tidak ditemukan pada teratoma.