Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 121,62 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,65 pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026).

Lonjakan ini membuat performa indeks melesat hingga 7,38 persen selama sepekan terakhir.

>>> Laba Fintech Lending Melonjak 71 Persen per April 2026

Kenaikan IHSG dibarengi volume pembelian yang signifikan sepanjang pekan ini.

Tren positif ini menjadi momentum pemulihan setelah IHSG sempat tertekan ke level 5.346 pada awal Juni 2026.

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut pergerakan indeks ditopang penguatan nilai tukar rupiah dan penurunan yield obligasi pemerintah tenor pendek.

Selain itu, upaya diplomatik baru antara Amerika Serikat dan Iran meredakan kekhawatiran pasar global terkait jalur Selat Hormuz.

Herditya juga memperkirakan adanya inflow ke IHSG dan obligasi, dengan yield tenor pendek 5 tahun dan 10 tahun cenderung turun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai penguatan tajam terjadi setelah pasar menemukan titik jenuh jual.

>>> Belajar Melepaskan dan Merampingkan Hidup Seiring Bertambahnya Usia

Kepercayaan investor kembali pulih berkat sejumlah katalis penting dari dalam negeri.

Salah satunya adalah arahan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco pada 9 Juni 2026 agar Himbara, Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen melakukan aksi beli kembali saham BUMN.

Sentimen ini langsung memicu kenaikan IHSG sebesar 7,57 persen dalam satu hari.

Faktor lain adalah berkurangnya tekanan jual dari investor asing sementara waktu, memberi kesempatan pemodal domestik menggerakkan pasar.

Rencana penataan ulang dan pemotongan anggaran program Makanan Bergizi Gratis juga meminimalkan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal.

Proyeksi Perdagangan Senin

Untuk perdagangan Senin (15/6/2026), IHSG diproyeksikan mengalami fase koreksi dengan support di level 5.988 dan resistance di level 6.060.

>>> Kemensos Percepat Penyaluran BPNT Tahap Dua 2026 ke Seluruh Wilayah

Pelaku pasar diperkirakan tetap fokus mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan kurs rupiah.