Stellantis telah memulai program uji jalan untuk baterai solid-state pada mobil listrik Dodge Charger Daytona. Baterai tersebut dikembangkan oleh Factorial, perusahaan asal Amerika Serikat.

Baterai solid-state Factorial memiliki kepadatan energi hingga 375 Wh/kg. Kemampuan pengisian dayanya cukup impresif, dari 15 persen ke 90 persen hanya dalam 18 menit.

>>> BYD Rilis Mobil PHEV M6 DM Seharga Rp298 Juta, Termurah di Indonesia

Baterai ini juga dapat bekerja pada suhu ekstrem, mulai dari -30°C hingga 45°C.

Stellantis mengintegrasikan sel-sel tersebut ke dalam paket baterai melalui arsitektur mekanis baru yang dirancang sendiri.

Teknologi yang Sama Digunakan Mercedes

Factorial didukung pendanaan dari Mercedes, Hyundai, Kia, dan Stellantis. Tahun lalu, prototipe Mercedes-Benz EQS berhasil menempuh 1.205 km dengan baterai solid-state Factorial.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Picu Potensi Peralihan Pengguna Mobil ke Motor

Menariknya, mobil tersebut masih memiliki sisa jangkauan sekitar 137 km setelah perjalanan. Artinya, potensi jarak tempuhnya bisa lebih jauh lagi.

CEO Factorial, Siyu Huang, menyatakan bangga bisa bekerja sama dengan Stellantis. Ia menekankan kolaborasi penuh dari kimia sel hingga arsitektur paket untuk pengujian jalan nyata.

>>> Yamaha Buka Stan Khusus di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan MX King 150 Livery Prima Pramac

Stellantis belum mengumumkan kapan akan memproduksi mobil dengan baterai solid-state secara massal. Kemungkinan besar masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi.