Fabio Quartararo Kecewa dengan Lambatnya Kemajuan Mesin V4 Yamaha
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya perkembangan proyek motor baru Yamaha V4.
Ia menilai proyek tersebut belum menunjukkan kemajuan besar sejak pertama kali diuji coba.
>>> IPC TPK Perluas Konektivitas Logistik dengan China Selatan
"Saya tidak senang dengan bagaimana kami meningkatkan motor. Ini sama seperti September 2025," ujar Quartararo, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, performa motor mandek dari awal pembuatan hingga saat ini.
"Dari prototipe pertama sampai sekarang, saya berharap kami membuat langkah besar ke depan, tetapi kami masih berada di posisi yang sama," lanjutnya.
Hubungan dengan Yamaha Tetap Baik
Meski kecewa, juara dunia MotoGP 2021 ini memastikan situasi tersebut tidak merusak relasi personal dan profesionalnya dengan Yamaha.
"Saya akan selalu bersyukur kepada Yamaha atas apa yang sudah kami lakukan," kata Quartararo.
Ia mengakui dua musim terakhir merupakan periode sulit bagi kedua belah pihak.
Namun, ia yakin sisa waktu yang ada tidak akan mengubah rasa hormatnya kepada tim.
"Tentu saja, dua tahun terakhir bukan periode terbaik. Tetapi saya tidak berpikir enam bulan akan mengubah hubungan kami," ujarnya.
Quartararo menambahkan bahwa masa sulit ke depan hanya akan menjadi fase transisi yang harus dilewati bersama.
>>> Kemendikdasmen Salurkan Dana BOSP Tahap 2 Mulai Juli 2026
Kekurangan Teknis Motor V4
Pembalap asal Prancis itu merinci sejumlah kekurangan teknis pada motor V4 miliknya.
"Grip. Lalu kami punya masalah dengan kemampuan menikung, kecepatan tertinggi, akselerasi, aerodinamika," jelasnya.
Ia menilai manajemen dan teknisi belum memberikan respons besar untuk menyelesaikan kendala tersebut.
Apalagi, fokus tim juga terbagi untuk regulasi mesin 850 cc tahun depan.
"Kami sudah mulai sedikit terlambat dengan V4.
Dan jika saya berada di posisi mereka, tentu mereka juga harus mempersiapkan motor 850 cc untuk tahun depan," ujar Quartararo.
Ia realistis dengan hasil yang bisa dicapai sepanjang musim ini.
"Jadi saya rasa kami tidak akan melihat reaksi apa pun untuk tahun ini," katanya.
Penurunan performa motor dirasakan sejak paruh kedua musim 2022. Quartararo hanya mampu meraih empat podium grand prix sejak awal musim 2023.
>>> Ramai Bahas Peralihan ke Pertalite, Menkeu Purbaya Nilai Tidak Semua Pengguna Pertamax Akan Beralih
Di tengah spekulasi masa depan, kursi balapnya untuk musim 2027 dikabarkan akan digantikan oleh Jorge Martin.
Update Terbaru
TVRI Siarkan Langsung Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan Malam Ini
Jumat / 12-06-2026, 19:12 WIB
BI Rate Naik ke 5,5%, Likuiditas Bank KBMI 1 Tertekan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Kemesraan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Risiko Hubungan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Higgs Games Island Gaet Luis Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia ke Level Global
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Studi PNAS: Model AI Modern Berhasil Lolos Turing Test
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
BYD Indonesia Catat 20 Ribu Calon Konsumen untuk M6 DM
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Ronaldo Nazario Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Pemerintah India Batasi Pembelian Solar untuk Konsumen Besar di SPBU
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
BI Proyeksikan Indeks Penjualan Riil Mei 2026 Turun 3,2 Persen
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Viral Taylor Swift-Kylie Jenner Pelukan, Ini Kata Ahli Gestur
Jumat / 12-06-2026, 19:07 WIB
Kanada dan AS Gelar Laga Perdana Piala Dunia 2026 pada 13 Juni
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
5 Kafe Hidden Gem di Tebet yang Tenang dan Nyaman
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
Trump Setujui Pengenceran Uranium Iran di Bawah Pengawasan PBB
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB
Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB






