IPC TPK Perluas Konektivitas Logistik dengan China Selatan
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memperluas jaringan logistik internasional melalui pelayanan perdana South China Indonesia Service milik Gold Star Line.
Layanan ini berlangsung di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Senin (8/6) pukul 21.30 WIB.
>>> Kemendikdasmen Salurkan Dana BOSP Tahap 2 Mulai Juli 2026
Kapal MV AS Carolina menjadi armada pertama yang bersandar dalam layanan baru ini.
Kapal petikemas berbendera Portugal dengan panjang 222 meter dan lebar 30 meter itu menghubungkan pelabuhan Yantian, Xiamen, dan Nansha di China Selatan dengan hub distribusi di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya.
Aktivitas bongkar muat pada pelayaran perdana tersebut berhasil menangani sebanyak 1.209 boxes petikemas.
Langkah ini memperkuat konektivitas perdagangan intra-Asia dan memperluas hubungan langsung pelaku usaha domestik dengan pusat manufaktur global di China Selatan.
Dukung Efisiensi Rantai Pasok Nasional
Plt.
Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menjelaskan bahwa rute baru ini menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan logistik kawasan.
Hal ini dipicu oleh meningkatnya volume perdagangan.
>>> Ramai Bahas Peralihan ke Pertalite, Menkeu Purbaya Nilai Tidak Semua Pengguna Pertamax Akan Beralih
“IPC TPK terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu,” ujar Yanuar Evyanto.
Sebelum kerja sama ini, IPC TPK telah mengoperasikan layanan South China Java X-Press (SCJX) bersama X-Press Feeders untuk rute serupa.
Optimalisasi rute ini diharapkan mampu menekan biaya distribusi logistik nasional secara signifikan.
“Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih kompetitif sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok bagi pelaku usaha nasional,” kata Yanuar Evyanto.
Penyediaan layanan kepelabuhanan berbasis digital dan kesiapan operasional 24 jam sehari menjadi modal utama IPC TPK.
Layanan baru ini ditargetkan memperkuat daya saing sektor logistik Indonesia di pasar global.
>>> Mongolia Dalam Perluas Penggunaan Batu Bara untuk Produksi Bahan Kimia
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” tutup Yanuar Evyanto.
Update Terbaru
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI untuk Fasilitas Medis Nasional
Selasa / 28-07-2026, 09:00 WIB
Polda Jabar Minta Maaf Usai Alphard Pelat Palsu Terobos Lampu Merah HI
Selasa / 28-07-2026, 08:57 WIB
Batasi Beban Kerja 40 Jam, IDI Evaluasi Program Dokter Magang
Selasa / 28-07-2026, 08:57 WIB
Hasil Washington Open: Janice Tjen Lolos ke Babak 16 Besar
Selasa / 28-07-2026, 08:56 WIB
Alasan Trump Ngotot Jual Jet F-35 ke Turki Walau Diprotes Israel
Selasa / 28-07-2026, 08:51 WIB
Fakta Sejarah Singkatan Nama Depok Warisan Cornelis Chastelein
Selasa / 28-07-2026, 08:43 WIB
Emma Roberts dan Cody John Resmi Menikah Usai 4 Tahun Pacaran
Selasa / 28-07-2026, 08:43 WIB
Moisturizer Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun dan Rekomendasi Pilihan
Selasa / 28-07-2026, 08:42 WIB
Panduan Lunasi SPayLater Pakai Virtual Account Bank Mandiri
Selasa / 28-07-2026, 08:37 WIB
Cara Praktis Cek NISN Online 2026 Tanpa Harus Datang ke Sekolah
Selasa / 28-07-2026, 08:36 WIB
Pengacara Febrie Adriansyah Buka Suara soal Sutrimo yang Tewas Misterius
Selasa / 28-07-2026, 08:35 WIB
Gebrakan Prabowo Bentuk URI Dikritik Ekonom UI Jadi Universitas Ruwet
Selasa / 28-07-2026, 08:35 WIB
Kinerja Keuangan IOTF Tumbuh Positif Paruh Pertama 2026
Selasa / 28-07-2026, 08:28 WIB
Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya
Selasa / 28-07-2026, 08:28 WIB







