Pemerintah Thailand secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 15 hari setelah wafatnya Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati pada Kamis (11/6) malam.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyampaikan bahwa meskipun masa duka ditetapkan, masyarakat tetap diimbau untuk menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

>>> BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham BBRI

Putri Bajrakitiyabha merupakan putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn.

Ia meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun akibat gangguan jantung.

Kebijakan Selama Masa Berkabung

Selama periode berkabung, pemerintah memberlakukan pengibaran bendera nasional setengah tiang di sekolah negeri dan kantor pemerintahan.

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan BUMN diwajibkan mengenakan pakaian berkabung berwarna hitam.

Stasiun televisi publik maupun swasta di seluruh Thailand mengubah tampilan grafis menjadi lebih senyap dengan skema warna yang diredupkan.

Perdana Menteri Anutin menegaskan bahwa pelaksanaan tugas, kehidupan sehari-hari, dan mencari nafkah harus tetap berjalan normal.

>>> IHSG dan Indeks Bisnis-27 Melesat, Saham DEWA hingga BUMI Naik Signifikan

"Ini adalah momen di mana kita menyimpan rasa duka di dalam hati kita masing-masing.

Semua orang tentu sudah merasa sangat sedih dan berduka atas kehilangan ini," ujar Anutin di hadapan jurnalis setelah rapat kabinet khusus.

Masa berkabung ini berlangsung di tengah periode duka satu tahun atas wafatnya Ibu Suri Sirikit sejak Oktober 2025.

Prosesi pemakaman Ibu Suri Sirikit baru akan digelar pada Desember mendatang.

Raja Vajiralongkorn mengizinkan masyarakat umum menghadiri ritual pemandian jenazah kerajaan di Grand Palace pada Sabtu pagi. Masyarakat juga dapat mengisi buku ucapan duka cita mulai hari Minggu.

>>> Kemenpora: Nobar Gratis Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM

Juru bicara pemerintah, Rachada Dhnadirek, menambahkan bahwa para pegawai negeri dijadwalkan menghadiri upacara doa serta pelantunan ayat suci Buddha yang digelar setiap hari selama 100 hari ke depan.