PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai maksimal Rp500 miliar.

Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

>>> IHSG dan Indeks Bisnis-27 Melesat, Saham DEWA hingga BUMI Naik Signifikan

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan buyback bertujuan meningkatkan nilai pemegang saham. Manajemen yakin fundamental kinerja perseroan dan prospek pertumbuhan jangka panjang tetap solid.

"Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya," ujar Dhanny dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, harga saham belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan.

Periode pelaksanaan buyback dijadwalkan mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Pembelian saham mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-10/D.

04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.

Pendanaan buyback berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.

>>> Kemenpora: Nobar Gratis Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM

Langkah ini diambil di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan capital outflow.

Dhanny menegaskan BRI telah mempertimbangkan likuiditas dan posisi keuangan saat ini. Pelaksanaan buyback tidak akan berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.

Pasca-buyback, indikator keuangan konsolidasi BRI per 31 Maret 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat sebesar 22,86 persen dan ROE sebesar 18,37 persen.

Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham pekerja, direksi, dan dewan komisaris setelah persetujuan RUPS.

Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang.

>>> Baseus Luncurkan Power Bank EnerGeek GP12 20.800mAh dengan Daya 145W

Implementasi kebijakan ini mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).