Polisi Vietnam Gagalkan Pusat Penipuan Daring Transnasional
Aparat kepolisian di Provinsi Phu Tho, Vietnam, menggagalkan upaya pembentukan pusat penipuan daring berskala besar yang digerakkan oleh kelompok kriminal transnasional pada Jumat (12/6/2026).
Sebanyak empat orang tersangka ditangkap, terdiri dari satu warga negara China dan tiga warga negara Vietnam. Kelompok tersebut terafiliasi dengan sindikat penipuan daring yang berbasis di Kamboja.
>>> 5 Fakta Menarik Es Krim Zangrandi, Kuliner Legendaris Surabaya
Para pelaku menyewa sejumlah vila, penginapan pertanian, dan resor di Hanoi, Lao Cai, serta Phu Tho untuk menampung puluhan pekerja.
Mayoritas pekerja sebelumnya pernah terlibat dalam pusat penipuan di Kamboja.
Dalam penggerebekan, petugas menyita ratusan telepon seluler, puluhan komputer, dan berbagai perangkat internet yang siap digunakan. Pusat operasi penipuan tersebut hampir aktif sepenuhnya.
"Penggerebekan tersebut mencegah terbentuknya pusat penipuan teknologi tinggi transnasional skala besar di Vietnam," kata Kementerian Keamanan Publik Vietnam.
Langkah ini juga membantu menjaga keamanan nasional dan melindungi aset masyarakat.
Di Ho Chi Minh City, kepolisian mendeteksi 83 warga negara China di sebuah hotel awal pekan ini.
>>> Inner Mongolia Bangun Pusat Konversi Batu Bara Terbesar di China
Mereka masuk secara ilegal dari Kamboja dan diduga bersiap mendirikan pusat penipuan daring dengan target korban sesama warga China.
Wakil Direktur FBI Andrew Bailey dalam konferensi pers virtual pada Rabu (10/6/2026) menyebut aktivitas ini sebagai ancaman global yang signifikan.
"Penipuan daring merupakan salah satu ancaman paling signifikan yang dihadapi dunia saat ini," ujarnya.
Bailey menambahkan bahwa jaringan kriminal ini memiliki sistem canggih dalam memobilisasi sumber daya lintas negara. Mereka memindahkan orang, uang, dan teknologi lintas batas, mengeksploitasi tata kelola yang lemah.
Amnesty International melaporkan bahwa puluhan kompleks penipuan global di Kamboja masih beroperasi meskipun penindakan terus berjalan. Sindikat ini juga memicu masalah perdagangan manusia di kawasan.
Biro Imigrasi Filipina mengonfirmasi telah memulangkan 18 warganya dari Vietnam dan Kamboja akhir bulan lalu akibat perekrutan ilegal.
>>> Apple Rilis iOS 27 Beta Developer Usai WWDC 2026, Ini Cara Update dan Risikonya
Para korban dijanjikan pekerjaan sebagai penyiar langsung, namun dipaksa bekerja di pusat penipuan daring.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







