PT Pegadaian dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi memperkuat kolaborasi strategis sebagai fondasi lahirnya instrumen investasi emas generasi baru di pasar modal Indonesia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sekaligus menegaskan bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI.

>>> Harga Emas Antam 12 Juni 2026 Stagnan di Rp 2.709.000 per Gram

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 12 Juni 2026.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menjadi pihak yang menandatangani perjanjian tersebut.

Lahirnya Instrumen Investasi Emas Baru

Momentum ini dinilai penting karena membuka jalan bagi implementasi Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

Kedua instrumen baru tersebut direncanakan mulai hadir di pasar modal Indonesia pada semester kedua tahun 2026.

>>> BRI Siapkan Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham BBRI

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan nasional, termasuk perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta berbagai asosiasi pasar modal.

Kolaborasi ini berawal dari persetujuan OJK yang diberikan kepada Pegadaian pada 27 April 2026 untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI.

Persetujuan dari OJK tersebut menjadi dasar hukum bagi Pegadaian untuk terlibat langsung dalam pencatatan EGR ke dalam sistem KSEI.

>>> Bawaslu Buka Pendaftaran Beasiswa S1 hingga S3 untuk PNS di UI

Dengan status baru ini, Pegadaian memperoleh kewenangan mencatatkan EGR ke dalam sistem The Central Depository and Book Entry Settlement System atau C-BEST.