Indef: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Pergeseran Konsumsi ke Pertalite
"Mengingat postur subsidi energi sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah, ruang fiskal untuk menambah subsidi menjadi semakin terbatas," katanya.
>>> Abadi Lestari Indonesia Targetkan Penjualan Rp716 Miliar pada 2026
Oleh karena itu, ia menilai dampak kenaikan harga Pertamax terhadap fiskal tidak dapat dianggap sepele.
Besar kecilnya risiko akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Rizal mendorong pemerintah mempercepat berbagai langkah reformasi subsidi, termasuk pemanfaatan sistem digital dalam transaksi pembelian BBM, pembatasan kendaraan yang berhak mengakses Pertalite, serta transformasi skema subsidi dari berbasis komoditas menjadi berbasis penerima manfaat.
"Tanpa langkah tersebut, kenaikan harga Pertamax justru dapat menggeser beban dari konsumen nonsubsidi ke APBN, sehingga tujuan efisiensi fiskal menjadi kurang optimal," imbuh Rizal.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pemerintah belum melakukan perhitungan mengenai dampak fiskal yang mungkin timbul akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Usai rapat kerja dengan DPR pada Kamis (11/6/2026), Purbaya mengatakan perhitungan mengenai potensi perubahan pola konsumsi BBM lebih tepat ditanyakan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Kami belum hitung. Mungkin ditanya Pak Bahlil (Menteri ESDM) yang mengerti itu," kata Purbaya.
Meski belum memiliki estimasi jumlah konsumen yang akan beralih, Purbaya mengakui kemungkinan perpindahan tersebut tetap ada karena selisih harga antara Pertamax dan Pertalite.
Namun, ia menilai tidak seluruh pengguna Pertamax akan otomatis beralih ke BBM bersubsidi.
Menurutnya, sebagian konsumen tetap akan menggunakan Pertamax karena mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan kendaraan yang memang dirancang menggunakan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi.
"Kan harusnya enggak semuanya pindah? Kenapa?
>>> Pemprov Bengkulu Susun Rencana Perlindungan Ekosistem Mangrove 2026–2055
Karena kan yang beli Pertamax tau mobilnya cocok untuk Pertamax," imbuhnya.
Update Terbaru
Demi Pinggang Barbie, Influencer AS Angkat 6 Tulang Rusuk dan Habiskan Rp2,38 Miliar
Senin / 27-07-2026, 18:07 WIB
Emma Roberts Resmi Menikah dengan Cody John, Gaun Pengantinnya Terinspirasi Hantu Antik
Senin / 27-07-2026, 18:07 WIB
G-SHOCK X XG: Dua Jam Tangan Kolaborasi dengan Desain Unik dan Warna Cerah
Senin / 27-07-2026, 18:07 WIB
Haruskah Terus Menunggu? Tarot Ungkap Jawaban untuk Cinta Sepihak
Senin / 27-07-2026, 18:07 WIB
Kolaborasi Benang Jarum dan Rama Dauhan: Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Busana Unisex
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Krisis Baterai GAC Aion S: 213.000 Unit Diduga Cacat Manufaktur
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB







