Indef: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Pergeseran Konsumsi ke Pertalite
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax berpotensi memicu pergeseran konsumsi masyarakat ke Pertalite yang masih mendapatkan subsidi pemerintah.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan konsekuensi fiskal dan distribusi energi apabila tidak diantisipasi dengan baik.
>>> Danantara Pastikan Kelola Investasi BUMN Berbeda dari 1MDB
Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef, Muhammad Rizal Taufikurahman, mengatakan kelompok rumah tangga menengah menjadi segmen yang paling mungkin mengubah pola konsumsi bahan bakarnya setelah harga Pertamax naik.
Menurutnya, sensitivitas terhadap biaya transportasi dapat mendorong sebagian pengguna beralih ke Pertalite yang lebih murah.
Meski demikian, Rizal mengingatkan pemerintah saat ini tidak menambah kuota Pertalite.
Oleh karena itu, tantangan yang muncul tidak hanya terkait potensi peningkatan subsidi, tetapi juga tekanan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di lapangan.
"Risiko utamanya bukan hanya pembengkakan volume bersubsidi, melainkan meningkatnya tekanan pada distribusi BBM bersubsidi dan potensi antrean atau kelangkaan di sejumlah daerah apabila pengawasan tidak diperketat," ujar Rizal kepada KONTAN, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, apabila perpindahan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite terjadi dalam jumlah besar sementara kuota subsidi tetap dipertahankan, pemerintah akan menghadapi pilihan yang sama-sama tidak mudah.
Di satu sisi, mempertahankan kuota yang ada dapat membuat masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite karena permintaan meningkat.
Di sisi lain, apabila pemerintah memutuskan menambah volume penyaluran, maka beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi membengkak.
Menurut Rizal, ruang fiskal pemerintah untuk memperluas subsidi energi saat ini juga tidak terlalu longgar.
Sebab, anggaran subsidi sebelumnya telah menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Update Terbaru
Diet Ekstrem Campur Teh dengan Obat Pencahar, Puluhan Anak Muda Dirawat
Senin / 27-07-2026, 17:28 WIB
Ryan Gosling Resmi Jadi Ghost Rider di MCU, Film Solo Rilis 2028
Senin / 27-07-2026, 17:28 WIB
Toy Story 5 Kumpulkan Rp18,3 Triliun, Jadi Film Terlaris 2026
Senin / 27-07-2026, 17:28 WIB
Apple Siapkan Smart Glasses untuk WWDC 2027, Apple Watch Series 12 dan Ultra 4 Diuji
Senin / 27-07-2026, 17:28 WIB
Google Teken Kode Etik AI Uni Eropa untuk Transparansi Konten Buatan AI
Senin / 27-07-2026, 17:21 WIB
Suhu AC Inverter Ideal Malam Hari: 24-26°C untuk Hemat Listrik
Senin / 27-07-2026, 17:21 WIB
6 Alasan Wajah Kusam Setelah Pakai Bedak dan Cara Pilih Shade yang Tepat
Senin / 27-07-2026, 17:21 WIB
Mobil Listrik China Pangkas Impor Minyak, Cegah Krisis Akibat Konflik Teluk
Senin / 27-07-2026, 17:21 WIB
Cek Penerima PKH dan BPNT Juli 2026: Link Resmi dan Cara Online
Senin / 27-07-2026, 17:14 WIB
Cek PKH Tahap 3 2026 Tanpa Aplikasi: Panduan Lengkap via NIK KTP
Senin / 27-07-2026, 17:14 WIB
Megawati Ingatkan Anak Muda Jangan Melongo, Harus Punya Harga Diri
Senin / 27-07-2026, 17:14 WIB
PDIP Jateng Santai Hadapi Rencana Kaesang Maju DPR RI di Dapil Puan
Senin / 27-07-2026, 17:14 WIB
Denny Indrayana Ungkap Alasan Lingkaran Prabowo Tak Berani Bicara Fakta
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB
Enam Polisi Tangsel Diciduk Bareskrim, Terlibat Narkoba dan Pemerasan
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB







