Acer Indonesia memperluas program keberlanjutan Sayang Bumi dengan menggandeng 50 sekolah menengah atas di wilayah Jabodetabek. Target pengumpulan limbah elektronik (e-waste) tahun ini mencapai 5 ton.

Program yang memasuki tahun keenam ini berlangsung dari Juni hingga November 2026. Fokus utama adalah edukasi dan pengumpulan e-waste dari ribuan siswa.

>>> Kebakaran Lahan di Bukit Silvia Labuan Bajo Diduga Akibat Puntung Rokok

Presiden Direktur Acer Indonesia Leny Ng menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan.

"Generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan menentukan seperti apa bumi ini 20 hingga 30 tahun ke depan," ujarnya.

Target 5 ton tahun ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang lebih dari 3 ton. Titik pengumpulan ditempatkan di 50 sekolah mitra dan beberapa lokasi tambahan di Jabodetabek.

>>> Puntung Rokok Pengunjung Picu Kebakaran di Bukit Silvia Labuan Bajo

Acer bekerja sama dengan EwasteRJ untuk memastikan pemrosesan limbah sesuai standar aman dan ramah lingkungan. Founder & CEO EwasteRJ, Rafa Jafar, menyatakan sinergi lintas sektor sangat diperlukan.

Rafa menambahkan, program ini bertepatan dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memperketat regulasi pengelolaan sampah pada Agustus 2026.

>>> PN Jakarta Pusat Tetapkan Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan 18 Juni 2026

"Ketika kota baru bersiap fokus pada sampah organik dapur, sekolah-sekolah ini sudah mulai mengamankan limbah elektronik yang jauh lebih berisiko," katanya.