PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menjadikan pengelolaan limbah elektronik sebagai salah satu prioritas utama perusahaan. Langkah ini diwujudkan dengan mendorong penerapan pendekatan ekonomi sirkular.

Ekonomi sirkular dinilai mampu memperpanjang masa pakai gawai sekaligus meminimalkan penumpukan sampah elektronik. Langkah ini semakin relevan di tengah tingginya perhatian publik global terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

>>> DPR RI Bahas Kerangka Kebijakan Fiskal 2027, Sembilan Fraksi Beri Catatan

Skema trade-in atau tukar tambah menjadi salah satu wujud nyata dari sistem ekonomi sirkular tersebut.

Melalui program ini, perangkat lama konsumen dapat masuk kembali ke dalam ekosistem pemanfaatan yang lebih terstruktur.

Sepanjang tahun buku 2025, ERAA mengumpulkan serta mendaur ulang sebanyak 3.911 unit limbah elektronik.

Laporan keberlanjutan terbaru manajemen menyebutkan aksi ini memangkas potensi emisi hingga 437 ton CO2e per tahun dan menghemat energi 301.261 kWh.

Perusahaan distributor telekomunikasi ini juga menggalakkan program konservasi alam lainnya.

Langkah tersebut meliputi penanaman serta perawatan 7.486 pohon di atas lahan konservasi seluas 16 hektar yang tersebar di wilayah Bogor dan Bandung.

Dampak Positif terhadap Sisi Bisnis

Mekanisme tukar tambah gawai tidak hanya membawa dampak positif bagi kelestarian alam, melainkan juga memicu nilai ekonomi riil.

Skema operasional ini dinilai dapat memicu loyalitas pelanggan sekaligus mereduksi sampah digital.

Menurut Wawan Hendrayana, Analis Pasar Modal dan Vice President Infovesta Utama, sistem pemanfaatan kembali gawai bekas ini mampu membentuk captive market tersendiri selama nilai kompensasi yang ditawarkan tetap kompetitif.

Ia menambahkan bahwa konsumen akan terus berkembang dan generasi muda semakin melek terhadap isu-isu ESG.

>>> Mengenal Truffle Oil Sintetis yang Sering Dianggap Palsu