Masalah limbah elektronik atau e-waste semakin mendesak seiring pesatnya penggunaan perangkat digital. Indonesia tercatat sebagai salah satu penyumbang limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara.

Menjawab tantangan itu, Acer Indonesia kembali menggelar program #SayangBumi yang kini memasuki tahun keenam. Program ini melibatkan 50 sekolah menengah atas di wilayah Jabodetabek.

>>> Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada

Acer menargetkan pengumpulan hingga 5 ton limbah elektronik selama Juni hingga November 2026. Angka ini meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste.

Ribuan Siswa Diedukasi soal Bahaya E-Waste

Selain menyediakan titik pengumpulan di sekolah, Acer juga menggelar workshop edukasi tentang bahaya dan pengelolaan e-waste. Kegiatan ini akan menjangkau ribuan pelajar sepanjang program berlangsung.

President Director Acer Indonesia, Leny Ng, mengatakan perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

"Kami percaya generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah penentu masa depan bumi," ujarnya.

>>> Tiga Ponsel Lipat Samsung Kantongi Sertifikat TKDN, Segera Meluncur di Indonesia?

Program #SayangBumi tidak hanya fokus pada pengumpulan limbah, tetapi juga menciptakan generasi muda yang aktif memimpin perubahan lingkungan.

"Ini undangan bagi anak muda untuk memimpin, bukan menunggu," tambah Leny.

Lahirkan 150 Changemaker Lingkungan

Inovasi tahun ini adalah program SayangBumi Changemaker. Setiap sekolah memilih tiga siswa sebagai agen perubahan yang akan menggerakkan kampanye lingkungan di sekolah masing-masing.

>>> Honor Magic 9 Dikabarkan Bawa Stylus dan Baterai 8.000 mAh di Bodi Compact

Dengan total 150 changemaker dari 50 SMA, Acer berharap kesadaran pengelolaan e-waste dapat menyebar luas. Langkah kecil seperti mendaur ulang perangkat bekas diharapkan membawa dampak besar bagi bumi.