Pisahkan Pekerjaan dari Identitas Diri demi Cegah Krisis Usia 20-an
Banyak anak muda merasa gagal saat pekerjaan tidak sesuai ekspektasi, pendidikan, atau target karier impian.
Kondisi ini memicu keraguan diri, perasaan tertinggal, hingga quarter-life crisis di usia 20-an.
>>> Piala Dunia 2026: Panggung Terbesar Keberagaman Manusia
Menurut Psikolog Ibunda. id Danti Wulan Manunggal, kesalahan umum adalah mengidentifikasi diri sepenuhnya melalui pekerjaan.
"Pekerjaan Anda saat ini adalah apa yang Anda lakukan untuk membayar tagihan, bukan siapa Anda yang sebenarnya," ujar Danti kepada Kompas.
com.
Pandangan ini penting bagi lulusan baru yang terpaksa bekerja di luar bidang studi atau merasa potensinya belum terserap optimal.
Banyak yang tanpa sadar menjadikan posisi kerja sebagai indikator nilai personal, sehingga hambatan kerja diartikan sebagai kegagalan pribadi.
Danti menegaskan bahwa identitas seseorang jauh lebih luas dari sekadar jabatan atau tempat kerja.
Beban psikologis bertambah akibat kebiasaan membandingkan pencapaian di media sosial dan persaingan pasar kerja yang ketat.
Penyebab Kehilangan Arah
Rasa kehilangan orientasi muncul ketika perhatian hanya pada rutinitas profesi, sementara pengembangan diri terabaikan.
Danti mengingatkan bahwa pekerjaan hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan hidup dan karier.
>>> Clara Shinta Cabut Gugatan Cerai, Berdamai dengan Suami
Membangun jarak psikologis antara kepribadian dan pekerjaan sangat penting agar individu tetap melihat potensi dan nilai dirinya.
Aktualisasi Diri di Luar Kantor
Lulusan muda disarankan tidak mempertaruhkan rasa percaya diri hanya pada posisi formal di perusahaan.
Mereka perlu mencari wadah alternatif seperti proyek sampingan, komunitas, atau kursus untuk mengasah minat dan bakat.
"Carilah ruang di luar pekerjaan utama untuk mengaktualisasikan kemampuan agar self-efficacy tetap terjaga," kata Danti.
Aktivitas sampingan membantu seseorang merasakan pertumbuhan personal meskipun situasi kerja belum ideal.
Hal ini juga membuktikan bahwa kapasitas diri tidak dibatasi oleh satu instansi atau profesi.
Kendalikan Hal yang Bisa Dikendalikan
Di tengah dinamika kerja yang sulit diprediksi, fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali pribadi.
Kondisi pasar kerja lesu atau ketidaksesuaian jurusan adalah faktor eksternal di luar kontrol.
Energi sebaiknya dialokasikan untuk memperbarui resume, mempelajari keahlian baru, memperluas jejaring, dan menjaga stabilitas mental.
>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.939 per Dolar AS pada Jumat Pagi
Dengan pendekatan ini, anak muda tidak mudah frustrasi saat ekspektasi karier belum tercapai.
Update Terbaru
Mendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah Rampung Tahun 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:17 WIB
FIFA dan UEFA Resmi Gunakan Nama Czechia di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:17 WIB
Honor Magic 9 Dikabarkan Bawa Stylus dan Baterai 8.000 mAh di Bodi Compact
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
Spacex Bersiap Gelar IPO Terbesar Sepanjang Sejarah di Nasdaq
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
Pentingnya Pemeriksaan Berkala Sistem Perkabelan Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
Harga Emas Antam 12 Juni 2026 Naik Rp 20.000 Per Gram, Ini Rincian Terbarunya
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
Regulator China Tertibkan Perang Harga Mobil yang Rugikan Pasar
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
BAKTI Komdigi Ungkap Biaya Operasional BTS 3T Capai Rp30 Juta per Bulan
Jumat / 12-06-2026, 11:16 WIB
KABAR DUKA! Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai 3 Tahun Koma, Thailand Siapkan Berkabung Nasional
Jumat / 12-06-2026, 11:13 WIB
Regulator China Panggil Produsen Mobil Terkait Perang Harga
Jumat / 12-06-2026, 11:12 WIB
PLTU Jeranjang Pangkas Konsumsi Batu Bara Lewat Cofiring Sampah Organik
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
BI dan PBOC Sepakat Jajaki Peningkatan Nilai Kerja Sama Swap
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
Piala Dunia 2026 Gelar Tiga Upacara Pembukaan Megah Bertema One Heartbeat
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB






