Badai Tornado Landa Chicago dan Midwest AS, 250.000 Rumah Padam
Cuaca ekstrem berupa ancaman tornado dan badai petir hebat melanda wilayah Midwest Amerika Serikat, mengganggu sistem transportasi udara dan memutus pasokan listrik ke ratusan ribu bangunan.
Badan Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan tornado untuk kota Chicago dan sekitarnya. Otoritas setempat mengimbau warga segera mencari tempat berlindung dari risiko puing-puing berbahaya.
>>> TrendForce: Produksi Smartphone Global Anjlok 16,2% di Awal 2026
Kondisi bahaya ini berlaku di sejumlah negara bagian, termasuk Iowa, Illinois, Missouri, dan Wisconsin.
Pusat Prediksi Badai AS mencatat lebih dari 11,4 juta penduduk menghadapi ancaman gelombang badai petir hebat yang berpotensi memicu hujan es serta angin puting beliung.
Dampak pada Penerbangan dan Listrik
Ahli meteorologi AccuWeather Inc., Tyler Roys, mengatakan atmosfer masih siap untuk Chicago sore ini. Ia memperkirakan dua gelombang badai setelah wilayah tersebut dihantam sebelumnya.
Pusat Prediksi Badai melaporkan 428 laporan terverifikasi mengenai hujan es, angin kencang, dan tornado di seluruh Midwest selama dua hari terakhir.
Cuaca buruk memicu pembatalan 925 penerbangan di seluruh AS.
>>> Candra Wijaya Gelar Turnamen Bulutangkis Spesialis Ganda di Tangerang
Bandara Internasional O'Hare Chicago menjadi yang terdampak paling parah dengan 598 penerbangan batal, sementara 99 penerbangan di Bandara LaGuardia New York juga dibatalkan.
Data PowerOutage. com menunjukkan lebih dari 250.000 rumah dan pusat bisnis mengalami pemadaman listrik massal.
Wilayah terdampak meliputi Illinois, Iowa, Wisconsin, Michigan, Ohio, hingga Pennsylvania.
Bencana ini menambah catatan kerugian finansial AS. Berdasarkan data Institut Informasi Asuransi, badai hebat pada 2025 sebelumnya telah menyebabkan kerugian diasuransikan sebesar $51 miliar.
Kelompok industri tersebut menyatakan total kerugian ekonomi melampaui $68 miliar.
>>> Korea Selatan vs Ceko Imbang 0-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Angka itu menandai tahun ketiga berturut-turut AS mengalami kerugian di atas 50 miliar dolar, menjadi catatan tertinggi dibandingkan kategori bencana alam lainnya.
Update Terbaru
Kolaborasi Benang Jarum dan Rama Dauhan: Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Busana Unisex
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Krisis Baterai GAC Aion S: 213.000 Unit Diduga Cacat Manufaktur
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Igor Tolic Puji Kekompakan Persib Usai Kalahkan Arema di Piala Presiden
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Usai Libur Sekolah, MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Meroket
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Mojtaba Khamenei Puji Hizbullah Usai Terima Surat Sumpah Setia, Serukan Jihad
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB
Dokter Muda Diduga Lompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata, Ibu Kunci Pintu
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB







