Timnas Swiss memasuki babak baru setelah Piala Eropa 2024. Sejumlah pilar utama memutuskan pensiun dari tim nasional.

Yann Sommer dan Fabian Schar mengakhiri karier internasional mereka. Xherdan Shaqiri juga memutuskan mundur dari skuad A-Team.

>>> Spacex Cetak Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana 75 Miliar Dollar AS

Situasi ini menuntut Granit Xhaka mengambil alih tanggung jawab penuh. Gelandang berusia 33 tahun itu sukses mengantarkan Swiss lolos ke Piala Dunia 2026.

Swiss menjadi juara Grup B pada kualifikasi zona Eropa. Mereka mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali dalam enam pertandingan.

Performa Xhaka di level internasional sejalan dengan penampilannya di Premier League bersama Sunderland. Ia membawa The Black Cats yang baru promosi ke kompetisi Eropa.

Ambisi Xhaka Melampaui Babak 16 Besar

Xhaka menegaskan tidak ingin Swiss hanya menjadi tim pelengkap. Swiss selalu terhenti di babak 16 besar dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.

"Selama saya masih punya keinginan untuk menaklukkan prestasi baru, dan dengan tekad seluruh tim, saya akan turun ke lapangan.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Muharram 1448 Hijriah

Kami ingin mewujudkan mimpi tim nasional Swiss," kata Xhaka.

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan keempat bagi Xhaka. Ia kini menjadi figur matang yang siap menularkan pengalaman kepada pemain muda.

Mengingat faktor usia, momentum ini berpotensi menjadi panggung Piala Dunia terakhir bagi Xhaka. Ia bertekad mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Perjuangan Swiss di babak grup dimulai dengan menghadapi Qatar di laga perdana Grup B.

>>> IHSG Menguat ke Level 5.900 pada Pembukaan Perdagangan

Pertandingan berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, pada Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.