Harga Emas Berjangka AS Melonjak ke US$ 4.222,10 per Ons Troi
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan 11 Juni 2026.
Komoditas ini menguat sebesar 2,6% hingga mencapai posisi US$ 4.222,10 per ons troi.
>>> Triumph Motorcycles Indonesia Resmikan Diler Utama di Jakarta Selatan
Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat merosot ke titik terendah dalam lebih dari enam bulan.
Namun, arah tren berbalik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran dan memberi sinyal prospek perdamaian.
Trump menyatakan bahwa AS dan Iran berpeluang menyepakati perjanjian damai pada akhir pekan ini.
Langkah diplomasi tersebut diharapkan dapat membuka kembali akses jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu.
Namun, Iran memberikan respons hati-hati dan menegaskan belum ada keputusan final terkait kesepakatan damai.
Pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS.
Indeks Harga Produsen (PPI) AS tumbuh melampaui prediksi pada Mei 2026, mencatat kenaikan tahunan tertinggi dalam tiga setengah tahun terakhir akibat lonjakan harga energi.
>>> Pakar IPB University Ulas Potensi Bahan Bakar Cair dari Sampah Plastik
Akselerasi inflasi produsen ini memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sekitar 60% bagi Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada Desember 2026.
Prospek suku bunga tinggi menjadi faktor penekan bagi emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan imbal hasil seperti obligasi.
Permintaan Fisik dan Pergerakan Logam Mulia Lain
Meski di bawah tekanan makro, minat terhadap emas fisik tetap positif di pasar global.
Bank DBS Group di Singapura mengumumkan produk emas fisik yang ditokenisasi untuk investor ritel guna merespons lonjakan permintaan.
Sementara itu, harga perak spot melemah 0,4% ke US$ 67,11 per ons troi.
>>> PT Delta Giri Wacana Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp88,23 Miliar
Platinum berjangka naik 0,3% ke US$ 1.724,45 per ons troi, dan palladium menguat 1% ke US$ 1.281,75 per ons troi.
Update Terbaru
Piala Dunia 2026: Panggung Terbesar Keberagaman Manusia
Jumat / 12-06-2026, 10:05 WIB
Lexar Prediksi Harga RAM Global Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:05 WIB
Massimo Rivola Atur Rivalitas Pembalap Aprilia di MotoGP 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:05 WIB
Clara Shinta Cabut Gugatan Cerai, Berdamai dengan Suami
Jumat / 12-06-2026, 10:04 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.939 per Dolar AS pada Jumat Pagi
Jumat / 12-06-2026, 10:04 WIB
Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Setelah BI Rate Naik Jadi 5,50%
Jumat / 12-06-2026, 10:04 WIB
Badai Tornado Landa Chicago dan Midwest AS, 250.000 Rumah Padam
Jumat / 12-06-2026, 10:04 WIB
TrendForce: Produksi Smartphone Global Anjlok 16,2% di Awal 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:01 WIB
Candra Wijaya Gelar Turnamen Bulutangkis Spesialis Ganda di Tangerang
Jumat / 12-06-2026, 10:01 WIB
Korea Selatan Ditahan Imbang Ceko di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:01 WIB
Korea Selatan vs Ceko Imbang 0-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:00 WIB
Rupiah Spot Menguat ke Rp 17.928 per Dolar AS pada 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 10:00 WIB
Pemerintah India Batasi Pembelian BBM di SPBU untuk Cegah Kelangkaan
Jumat / 12-06-2026, 10:00 WIB
Korea Selatan Percepat Penerapan AI Militer Hadapi Krisis Populasi
Jumat / 12-06-2026, 10:00 WIB






