Survei: Mayoritas Orang Tua Tidak Awasi Aktivitas Internet Anak
Sebuah survei terbaru dari Advanced Television mengungkap fakta mengejutkan: hanya 1 dari 10 orang tua yang benar-benar memantau aktivitas internet anak mereka.
Laporan yang dilansir dari Tekno ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kekhawatiran orang tua dan tindakan nyata dalam melindungi anak di dunia maya.
>>> Bahlil Pastikan Penyesuaian Harga Pertamax Diperhitungkan secara Bijak
Data dari Virtual College mencatat berbagai dampak buruk akibat minimnya pengawasan.
Sebanyak 13 persen orang tua melaporkan anak mereka pernah terpapar konten yang mendorong perbandingan tidak sehat atau masalah citra tubuh.
Selain itu, 10 persen orang tua mengaku anak mereka menjadi korban perundungan siber dan komentar negatif.
Kondisi ini diperparah oleh perilaku berselancar pasif. Sebanyak 1 dari 10 orang tua dari semua kelompok usia sama sekali tidak memantau penggunaan internet anak.
Menariknya, 1 dari 5 orang tua milenial berusia 25-34 tahun menganggap aman jika anak membagikan foto diri secara online.
Usulan Keterlibatan Tenaga Kesehatan
Melihat fenomena ini, Academy of Medical Royal Colleges mengusulkan panduan resmi bagi dokter untuk mendeteksi tanda-tanda penggunaan media sosial yang tidak sehat pada anak.
>>> Nova Arianto Evaluasi Kekalahan Timnas U19 Indonesia dari Australia
Intervensi tenaga medis dinilai strategis karena anak-anak lebih sering berinteraksi dengan mereka dibandingkan sistem pengawasan digital.
Dengan deteksi dini, kunjungan medis rutin bisa menjadi momen untuk menangkap dampak negatif penggunaan internet yang berlebihan.
Peringatan Pakar Keamanan Anak
Pakar keamanan anak dari Virtual College, Mary-Ann Round, menegaskan bahwa temuan ini mencerminkan realitas yang tidak boleh diabaikan.
"Anak-anak muda tidak hanya sekadar menggunakan media sosial.
Pikiran mereka dibentuk oleh algoritma, influencer, dan arus konten yang mungkin tidak terlihat oleh orang dewasa," kata Round.
Ia menambahkan, jika tenaga kesehatan mulai rutin menanyakan penggunaan media sosial kepada pasien muda, hal itu bisa mengungkap skala paparan konten berbahaya yang selama ini tidak terdeteksi.
>>> Bursa Saham Asia Diprediksi Menguat Imbas Reli Wall Street
Survei ini menjadi pengingat bahwa pengawasan digital anak bukan soal membatasi kebebasan, melainkan memastikan ruang digital yang mereka tempati cukup aman untuk tumbuh kembang.
Update Terbaru
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Agustus 2026: Cek Fakta Long Weekend dan Hari Besar Keagamaan
Senin / 27-07-2026, 13:20 WIB
IHSG Terkoreksi ke 6.173, 312 Saham Melemah di Sesi I
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Alfin Daniel Yakin Timnas Voli Indonesia Bisa Ganas di Asian Games 2026
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Residivis Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok, Polisi Tabanan Tetapkan 5 Tersangka
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Insiden Ambruknya Tribun di Ajang Drift Purwokerto, 90 Korban
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Pertamina MRS 2026: Arena Pembalap Muda Indonesia Menuju Level Dunia
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Minecraft Java Edition Kini Butuh RAM 8 GB, PC 4 GB Tak Lagi Cukup
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Xiaomi Hentikan Dukungan untuk 10 Perangkat, Termasuk Xiaomi 12 dan Poco X5
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Bank bjb Buka Peluang Dapat Tiket BRODER50 2026, Ini Ketentuannya
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
12 Tanda Anak Berbakat Istimewa yang Sering Muncul Sejak Kecil
Senin / 27-07-2026, 12:42 WIB
Lava Virat V1 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000 mAh dan Layar 120Hz di Harga Rp 2,7 Jutaan
Senin / 27-07-2026, 12:42 WIB
5 Cushion Glowing yang Makin Cantik Seiring Waktu, Tahan Seharian
Senin / 27-07-2026, 12:42 WIB
Suara Anak Jakarta: Kota Impian dengan Halte Cerdas dan Bus Listrik
Senin / 27-07-2026, 12:35 WIB
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Jadi PLT
Senin / 27-07-2026, 12:35 WIB







