Bursa saham di Asia diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan menjelang akhir pekan.

Sentimen positif ini muncul setelah pasar saham Amerika Serikat mengalami reli tajam, seperti yang dilansir dari Bloomberg.

>>> Saham Pakuwon Jati Melonjak Usai Rencana Pembagian Dividen Rp626 Miliar

Optimisme pasar merebak pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan hubungan diplomatik.

Donald Trump menyatakan bahwa AS kian dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, sehingga membangkitkan harapan berakhirnya konflik global.

Indikasi penguatan terlihat pada kontrak berjangka indeks saham untuk wilayah Jepang, Australia, dan Hong Kong.

Di sisi lain, saham teknologi memimpin pergerakan positif setelah indeks S&P 500 melesat 1,8% dan Nasdaq 100 melonjak 3,3% pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Semikonduktor Philadelphia bahkan meroket hingga hampir 8%.

Selain itu, sektor teknologi juga diwarnai aksi SpaceX yang mencetak sejarah baru lewat perolehan dana US$75 miliar dalam aksi IPO terbesar.

Kontras dengan pasar saham, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) justru merosot 2% pada awal perdagangan.

Penurunan ini menyusul anjloknya minyak Brent sebesar lebih dari 4% pada hari Kamis.

Koreksi tajam harga komoditas energi ini terjadi akibat keputusan Trump menarik kembali ancaman serangan militer terhadap Iran.

Trump menyebut ada pembicaraan tingkat tinggi demi mengakhiri perang melalui jalur negosiasi diplomatik.

Penandatanganan kesepakatan damai diklaim bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini di Eropa.

Agenda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden AS JD Vance.

Dampak de-eskalasi konflik ini turut memicu reli pada sektor obligasi pemerintah AS (Treasury) yang membuat imbal hasil turun di semua tenor.

Sementara itu, nilai tukar dolar AS terpantau melemah secara luas.