Masalahnya, konten berbahaya tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali.

>>> WhatsApp Luncurkan Fitur Dua Akun dalam Satu Aplikasi untuk iPhone

Perbandingan tubuh yang tidak sehat, standar kecantikan yang tidak realistis, hingga komentar-komentar merendahkan dari sesama pengguna bisa secara perlahan memengaruhi kesehatan mental anak tanpa orang tua menyadarinya.

Usulan Keterlibatan Tenaga Kesehatan

Temuan survei ini muncul bersamaan dengan usulan penting dari Academy of Medical Royal Colleges.

Lembaga tersebut menyatakan perlunya panduan resmi bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk mulai mendeteksi tanda-tanda penggunaan media sosial yang tidak sehat atau tidak pantas pada anak-anak dan remaja yang mereka tangani.

Usulan ini dinilai relevan mengingat anak-anak justru lebih sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan dibandingkan dengan sistem pengawasan digital yang seharusnya melindungi mereka.

Jika dokter dibekali panduan yang tepat, kunjungan medis rutin bisa menjadi momen untuk menangkap lebih awal tanda-tanda dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan atau tidak terpantau.

Peringatan dari Pakar Keamanan

Pakar keamanan anak dari Virtual College, Mary-Ann Round, menegaskan bahwa temuan survei ini mencerminkan realitas yang tidak boleh diabaikan lebih lama lagi.

"Anak-anak muda tidak hanya sekadar menggunakan media sosial.

Pikiran mereka sedang dibentuk oleh algoritma, para influencer, dan berbagai arus konten yang mungkin tidak pernah sepenuhnya terlihat oleh orang dewasa yang menetapkan aturan," kata Mary-Ann Round.

Ia menambahkan bahwa jika para profesional kesehatan mulai secara rutin menanyakan tentang penggunaan media sosial kepada pasien muda sebagaimana yang diusulkan para dokter senior, langkah tersebut bisa membantu mengungkap skala dan sifat paparan konten berbahaya yang selama ini sebagian besar tidak terdeteksi dan tidak terukur.

>>> Reaktor Fusi EAST China Tembus Batas Kepadatan Plasma, Dekatkan Energi Bersih

Pada akhirnya, survei ini menjadi pengingat bahwa pengawasan digital terhadap anak bukan soal membatasi kebebasan mereka, melainkan tentang memastikan bahwa ruang digital yang mereka tempati setiap hari cukup aman untuk tumbuh kembang mereka.