Aksi saling serang ini terjadi tepat ketika tim negosiator dari Qatar baru saja mendarat di Teheran untuk menjembatani draf nota kesepahaman akhir antara AS dan Iran.

Anggota Komite Intelijen DPR AS Jim Himes memperingatkan potensi dampak ekonomi yang sangat berat bagi masyarakat domestik jika eskalasi terus berlanjut.

"They have a lot of cards to play, and all of those cards point in one direction, which is gasoline prices going very, very high," kata Himes.

>>> Trump Batalkan Serangan ke Iran, Kesepakatan Nuklir Segera Ditandatangani

Himes menambahkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan strategis untuk menghancurkan infrastruktur energi di Uni Emirat Arab atau Qatar serta menginstruksikan kelompok Houthi di Yaman untuk memblokir rute ekspor minyak di Laut Merah.