AS Luncurkan Serangan Udara Baru ke Iran, Trump Tuduh Teheran Mengulur Waktu
Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru ke sejumlah sasaran di Iran pada Rabu. Presiden Donald Trump menuduh negara tersebut mengulur waktu dalam proses negosiasi kesepakatan nuklir.
Langkah militer ini menandai eskalasi baru di Timur Tengah.
>>> Igor Tolic Sambut Positif Keikutsertaan Persib Bandung di ASEAN Club Championship
Pasukan AS membidik fasilitas pengawasan militer, sistem komunikasi, dan aset pertahanan udara menggunakan amunisi berpresisi tinggi di wilayah selatan Iran.
Serangan itu bertujuan melonggarkan kendali Teheran atas Selat Hormuz. Presiden Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap sikap Iran sebelum memerintahkan serangan di bandara New York.
"They keep playing us for suckers," kata Trump.
Ia menilai tindakan agresif ini memiliki dasar pertimbangan kuat setelah sebuah helikopter Apache milik AS ditembak jatuh sebelumnya.
"I guess we have the right to do that," ujar Trump. Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan penjelasan terpisah mengenai strategi diplomasi koersif yang diterapkan pemerintahan Trump.
"If we need to negotiate with bombs, we will negotiate with bombs," kata Hegseth.
Pentagon menegaskan operasi militer skala terbatas ini bertujuan menetapkan parameter baru dalam bernegosiasi tanpa memicu perang terbuka.
>>> Sabar/Reza Tembus Perempat Final Australian Open 2026
Pemerintah Iran langsung merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Teheran juga menyatakan penutupan total jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz bagi semua kapal komersial.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan posisi negaranya melalui kantor berita resmi IRNA.
"No lasting agreement can be achieved through threats, intimidation or the use of force," katanya.
Update Terbaru
Kenali Seseorang Insecure Lewat Ragam Kalimat yang Sering Diucapkan
Jumat / 12-06-2026, 07:01 WIB
BAKTI Komdigi Catat Lonjakan Trafik Internet Satelit di Pulau Maratua
Jumat / 12-06-2026, 07:01 WIB
Korea Selatan Tantang Ceko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:00 WIB
PT Brahma Binabakti Renovasi Rumah Warga Jambi Cegah DBD dan TBC
Jumat / 12-06-2026, 07:00 WIB
BTS Rilis Single Digital Baru 'Come Over' pada Kamis Ini
Jumat / 12-06-2026, 06:56 WIB
Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Tercapai
Jumat / 12-06-2026, 06:52 WIB
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX
Jumat / 12-06-2026, 06:52 WIB
Pemprov DKI Targetkan Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 06:52 WIB
PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana 40 Persen
Jumat / 12-06-2026, 06:51 WIB
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 06:51 WIB
Kemenkop Targetkan 40 Ribu Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026
Jumat / 12-06-2026, 06:48 WIB
Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengendara Diimbau Hindari Kawasan
Jumat / 12-06-2026, 06:48 WIB
Kartu Merah Sphephelo Sithole Warnai Kekalahan Afrika Selatan dari Meksiko
Jumat / 12-06-2026, 06:46 WIB
Survei: Mayoritas Orang Tua Tidak Awasi Aktivitas Internet Anak
Jumat / 12-06-2026, 06:46 WIB






