Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan udara dan pengeboman terhadap Iran pada Kamis. Keputusan ini diambil setelah pembahasan kesepakatan disetujui oleh tingkat tertinggi kepemimpinan Iran.

Langkah mendadak ini langsung meredakan ketegangan di Timur Tengah. Bursa saham AS pun melonjak signifikan, sementara harga minyak mentah dunia turun.

>>> Jose Mourinho Terbang ke Spanyol untuk Selesaikan Kontrak Real Madrid

Trump menjelaskan bahwa rancangan dokumen kesepakatan yang memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir sudah dalam tahapan final.

"We have a deal that Iran will never have a nuclear weapon," kata Trump.

Presiden AS menambahkan bahwa penandatanganan kesepakatan besar ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat di Eropa. "We have a signing soon, and the documents are in pretty final shape.

It should be done and it should be done pretty quickly," ujar Trump.

Melalui media sosial Truth Social, Trump sebelumnya menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran akan tetap diberlakukan secara penuh hingga transaksi ini selesai ditandatangani.

"The Naval Blockade will remain in full force and effect until this Transaction is finalized," tambah Trump.

Sebelum pengumuman pembatalan, Trump sempat mengeluarkan ancaman keras untuk menyerang infrastruktur minyak Iran, termasuk Pulau Kharg, malam itu juga.

>>> Spotify Camp Nou dan Wembley Bersaing Gelar Final Liga Champions 2029

Namun, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku lebih memilih menghindari kehancuran infrastruktur sipil demi mencegah penderitaan masyarakat.

Pihak Teheran merespons klaim sepihak tersebut dengan menyatakan bahwa belum ada keputusan final yang diambil oleh kepemimpinan mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa sebagian besar teks kesepakatan memang telah disetujui, namun AS kerap mengubah posisinya secara sepihak.