Pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Ciudad de Mexico diwarnai aksi demonstrasi ribuan guru dan keluarga korban orang hilang pada Kamis.

Turnamen yang mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan itu tetap berlangsung di tengah pengamanan ketat kepolisian.

>>> Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF Usai Kalah dari Australia

Menurut Associated Press, para guru dari berbagai negara bagian telah mendirikan tenda dan berunjuk rasa di pusat kota serta sekitar stadion selama lebih dari sepekan.

Mereka menuntut perbaikan ekonomi.

Kelompok keluarga korban orang hilang juga menggelar longmarch menuju stadion sambil membawa poster wajah kerabat mereka. Mereka menjadi bagian dari 130.000 kasus orang hilang di Meksiko.

"Ini menunjukkan sisi lain Meksiko yang bukan pesta, melainkan tragedi," ujar Jorge Verástegui, yang mencari saudaranya sejak 17 tahun lalu.

Pihak berwenang memasang pagar besi dan menerjunkan ribuan personel polisi untuk mengawal festival suporter di alun-alun Zócalo, yang berada di samping istana pemerintahan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memutuskan tidak menghadiri pertandingan pembukaan maupun festival suporter. Namun, ia sempat memberikan dukungan kepada tim nasional dalam konferensi pers pagi.

Ketika diminta memprediksi skor, Sheinbaum menjawab, "Rakyat Meksiko sangat percaya takhayul." Ia tetap yakin timnya akan menang.

"Tentu kami akan menang... mereka akan berjuang habis-habisan di lapangan," kata Sheinbaum.

Di dalam stadion berkapasitas 80.824 penonton, FIFA menyajikan konser musik yang dipimpin penyanyi Kolombia Shakira, bersama Maná, Lila Downs, Danny Ocean, dan J Balvin.

>>> Oxford United Belum Lepas Marselino Ferdinan, Masa Depan di Eropa Masih Terbuka

Meksiko menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tiga kali, setelah sebelumnya menggelar edisi 1970 dan 1986.