Kebijakan imigrasi ketat yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat memicu ketegangan politik dan mengganggu persiapan sejumlah pihak menjelang gelaran Piala Dunia 2026.

Pengetatan aturan tersebut berdampak langsung pada penolakan permohonan visa bagi pelaku olahraga, mulai dari ofisial tim hingga perangkat pertandingan resmi.

>>> Pelaku Usaha Tak Perlu Khawatir Berlebihan Kebijakan Ekspor Danantara

Masalah penolakan visa ini memicu kritik tajam dari penyerang tim nasional Iran, Mehdi Taremi, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Pengetatan dokumen masuk ke Amerika Serikat dinilai telah mencederai integritas turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

"Tindakan pemerintah AS dalam menolak beberapa permohonan visa dan mencegah masuknya seorang wasit asal Somalia telah merusak reputasi negara tersebut dan menimbulkan 'ketegangan yang cukup besar' dalam suasana Piala Dunia 2026," kata Mehdi Taremi kepada ESPN.

Kondisi di dalam turnamen saat ini dianggap sudah tidak kondusif akibat intervensi kebijakan politik dari negara tuan rumah.

Aturan imigrasi yang kaku membuat atmosfer kompetisi olahraga ini menjadi sangat politis.

>>> Timnas Meksiko Hadapi Afrika Selatan di Laga Perdana Piala Dunia 2026

"Saat ini, ada banyak ketegangan dalam Piala Dunia ini, dan suasana Piala Dunia ini bersifat politis," ungkap Mehdi Taremi.

Dampak nyata dari aturan ketat ini memaksa tim nasional Iran memindahkan markas latihan mereka dari Arizona menuju Meksiko karena sebagian ofisial tim gagal mendapatkan visa.

Padahal, skuad asuhan Mehdi Taremi dijadwalkan bakal melakoni banyak pertandingan di wilayah Amerika Serikat.

Selain ofisial tim, hambatan serupa juga menimpa sejumlah jurnalis dan perangkat pertandingan.

>>> Timnas Meksiko Hadapi Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 Tanpa Cedera Signifikan

Wasit asal Somalia, Omar Artan, dipastikan batal bertugas di Piala Dunia 2026 setelah akses masuknya ditolak oleh otoritas Amerika Serikat akibat tudingan afiliasi dengan organisasi teroris.