Kenaikan BI Rate dan Yield SBN Dorong Imbal Hasil Obligasi Korporasi

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan meningkatnya yield Surat Berharga Negara (SBN) mulai mendorong kenaikan imbal hasil obligasi korporasi.
Kondisi ini membuat biaya pendanaan emiten semakin mahal, meski di sisi lain menawarkan peluang imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.
>>> Sektor Ritel Melambat, Daya Beli Kelas Menengah Tergerus
Berdasarkan data Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), rata-rata kupon obligasi korporasi berperingkat AAA tenor satu tahun naik dari 4,84% pada kuartal I-2026 menjadi 5,10% selama periode April-Mei 2026.
Sementara itu, rata-rata kupon obligasi AAA tenor tiga tahun meningkat dari 5,64% menjadi 5,94% pada periode yang sama.
Tekanan pada Pasar Obligasi Korporasi
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kenaikan BI Rate dan yield SBN memberikan tekanan cukup besar terhadap pasar obligasi korporasi, baik dari sisi penerbitan maupun perdagangan di pasar sekunder.
Menurutnya, ketika suku bunga acuan naik, investor akan menuntut tingkat imbal hasil yang lebih tinggi pada seluruh instrumen pendapatan tetap, termasuk obligasi korporasi.
Akibatnya, perusahaan harus menawarkan kupon lebih tinggi agar obligasi yang diterbitkan tetap menarik bagi investor.
"Perusahaan yang sebelumnya dapat menerbitkan obligasi dengan kupon relatif rendah kini harus menawarkan kupon yang lebih tinggi," ujar Yusuf kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).
Di pasar sekunder, kenaikan yield juga menekan harga obligasi yang telah beredar karena hubungan keduanya bergerak berlawanan arah.
Yusuf menilai sebagian investor konservatif mulai mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti SBN dan deposito.
Kenaikan yield SBN membuat instrumen tersebut semakin menarik karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang relatif rendah.
Update Terbaru
Pelemahan Harga Emas Berlanjut, Emiten Diminta Waspada
Kamis / 11-06-2026, 20:41 WIB
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






