Otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak visa sejumlah staf dan pejabat timnas Iran menjelang Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026).

Penolakan ini memaksa skuad Iran memindahkan tempat pemusatan latihan mereka ke Meksiko.

>>> PT Pertamina Hulu Mahakam Resmi Operasikan Platform WPN-6 di Kalimantan Timur

Kebijakan ketat dari negara tuan rumah memicu kekecewaan di internal tim karena mengganggu kesiapan menjelang turnamen.

Penolakan visa berdampak pada pembatalan rencana awal skuad Iran untuk menetap di Arizona.

Berdasarkan arahan FIFA, mereka terpaksa bergeser ke Tijuana.

Masalah ini dilaporkan menimpa 14 anggota staf serta Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Mohammed Nabi.

Kekecewaan Pemain dan Pejabat

Bomber Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap atmosfer turnamen yang sarat ketegangan.

"Saya sudah mengikuti tiga Piala Dunia dan mereka selalu mengatakan begitu Anda turun dari pesawat dan memasuki negara tuan rumah, ada suasana unik yang penuh keramahan dan semangat global," ujar Taremi.

Pemain depan Inter Milan itu menambahkan bahwa situasi saat ini terasa sangat berbeda.

"Sayangnya, saya tidak merasakannya saat ini. Ada banyak ketegangan di Piala Dunia ini," kata Taremi.

Ia mengonfirmasi bahwa ketegangan tersebut bersumber dari hambatan birokrasi izin masuk negara.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Mohammed Nabi, ikut angkat bicara karena namanya masuk dalam daftar pejabat yang dilarang melintasi perbatasan.

"Tim ini tidak hanya terdiri dari para pemain dan pelatih, tetapi juga orang-orang pendukung, staf teknis, manajemen. Kita semua adalah satu tim," tegas Nabi.

Pihak federasi menyatakan masih terus berkomunikasi dengan FIFA untuk mencari jalan keluar.

"Jadi FIFA, kami masih mengupayakan visa tersebut. FIFA telah mengakui hal itu, dan kami masih menyelidikinya.