Pemerintah resmi memberangkatkan 200 pemuda desa ke Jepang melalui angkatan pertama Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia.

Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bisa diterapkan saat kembali ke tanah air.

>>> Kementerian ESDM Buka Suara soal Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan para peserta berasal dari 15 provinsi.

Mereka akan menimba ilmu dan mendalami pengalaman kerja di Jepang untuk meningkatkan wawasan.

"Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia.

Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di tanah air," ujar Yandri.

Indonesia memiliki 75.266 desa dengan beragam potensi yang bisa dikembangkan, seperti desa ekspor, desa wisata, desa energi, hingga desa swasembada air.

Kementerian Desa juga menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi warga perdesaan.

>>> realme NARZO Days Sale: Diskon Smartphone Pilihan Mulai 12 Juni 2026

Pemerintah mengumumkan penyediaan kuota awal sebanyak 500 beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak desa.

"Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya," kata Yandri.

Program ini sejalan dengan implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada akselerasi pembangunan dari perdesaan untuk pemerataan ekonomi dan penekanan angka kemiskinan.

Dukungan datang dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Ia menilai kesempatan studi dan kerja di luar negeri menjadi modal berharga bagi pemuda desa.

"Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa.

>>> Kenaikan Yield Tekan Valuasi Obligasi Korporasi yang Beredar

Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat," kata Raffi.