Studi: Ibu Hamil Jarang Bergerak Berisiko Komplikasi Dua Kali Lipat
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa ibu hamil yang jarang bergerak memiliki risiko komplikasi kehamilan dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif.
Penelitian yang dilakukan oleh West Virginia University bersama dua pusat medis afiliasinya ini menemukan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan diabetes gestasional.
>>> Kemenhub Hitung Dampak Kenaikan Harga Pertamax pada Sektor Transportasi
Bethany Barone Gibbs, profesor dan Chair of the WVU School of Public Health Department of Epidemiology and Biostatistics, mengatakan bahwa perempuan yang duduk lebih dari 10 jam sehari mengalami dua kali lebih banyak hasil kehamilan yang merugikan.
Riset yang dipublikasikan dalam The Journal of the American Medical Association ini melibatkan 500 perempuan dari West Virginia, Pennsylvania, dan Iowa sejak trimester pertama hingga persalinan.
Hasilnya menunjukkan bahwa dua dari lima perempuan yang duduk 10 jam atau lebih mengalami dampak kehamilan buruk, sementara hanya satu dari lima yang duduk sekitar tujuh jam sehari.
Komplikasi yang diukur meliputi hipertensi gestasional, preeklamsia, diabetes gestasional, kelahiran prematur, dan bayi kecil tidak sesuai usia kehamilan.
Preeklamsia merupakan gangguan tekanan darah serius yang dapat menyebabkan kejang, stroke, kegagalan multi-organ, hingga kematian.
Ibu hamil yang pernah mengalami preeklamsia juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular di masa depan.
Diabetes gestasional yang berkembang selama kehamilan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 setelah melahirkan.
>>> Kemdiktisaintek Buka Sertifikasi Dosen 2026, Fokus pada Produktivitas dan Integritas
Barone Gibbs menekankan bahwa hasil kehamilan yang merugikan, terutama preeklamsia dan hipertensi gestasional, semakin umum dalam dua dekade terakhir.
Aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat dapat menekan risiko, namun tidak semua ibu hamil memiliki akses ke program olahraga.
Penelitian ini berfokus pada pengurangan waktu duduk dan peningkatan aktivitas ringan sebagai cara menurunkan risiko komplikasi.
Temuan ini mematahkan rekomendasi medis masa lalu yang sering menyarankan istirahat total bagi ibu hamil dengan komplikasi.
Pembatasan aktivitas justru dapat memperburuk kondisi, termasuk memicu kelahiran prematur dan preeklamsia.
Barone Gibbs menyarankan penggunaan perangkat teknologi untuk mengingatkan ibu hamil agar bangun dan bergerak setiap satu jam.
Ia menambahkan bahwa tidak harus olahraga berat, cukup bangun dan berjalan sebentar dapat membantu menghindari komplikasi.
>>> CBDK Tingkatkan Free Float Bertahap Penuhi Aturan Baru BEI
Studi ini masih memerlukan uji klinis skala besar untuk memvalidasi temuan lebih lanjut.
Update Terbaru
KATSEYE Rayakan Kemenangan di AMA dan Bersiap Rilis Album Baru
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Prabowo Minta Revisi Aturan Outsourcing, Hanya 4 Sektor yang Diizinkan
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Suryacipta Swadaya Mulai Konstruksi Gedung Pusat Bisnis di Subang
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Sinopsis Valerian and the City of a Thousand Planets di Bioskop Trans TV 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Investor Domestik Minati Reksadana Berbasis Dolar AS
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
BEI Dorong Perusahaan Perkuat Tata Kelola Internal Jelang IPO
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Museum MACAN Buka Lima Pameran Seni Baru Bertajuk Where Are We in Time
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:02 WIB
HBAT Catat Laba Bersih Rp2,7 Miliar Sepanjang 2025
Kamis / 11-06-2026, 18:01 WIB
Pemerintah Diminta Segera Salurkan Bansos Tunai Jaga Daya Beli Masyarakat
Kamis / 11-06-2026, 18:00 WIB
PT Bundamedik Tbk Targetkan Kapasitas 1.000 Tempat Tidur pada 2028
Kamis / 11-06-2026, 18:00 WIB
PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB






