PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mulai meningkatkan porsi saham free float secara bertahap.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku pada April 2026.

>>> Penjualan Mobil Listrik Mei 2026 Anjlok Imbas Penundaan Insentif

Kebijakan tersebut mewajibkan emiten memiliki free float minimal 15 persen. Saat ini, CBDK mencatatkan free float sebesar 12,5 persen.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus menyesuaikan jumlah kepemilikan publik.

"Untuk yang free float, CBDK saat ini telah mencapai 12,5% dan akan terus ditingkatkan secara bertahap," ujarnya.

Aturan baru memberikan kelonggaran waktu bagi emiten.

>>> IHSG Melemah ke Level 5.886 akibat Tekanan Saham Kapitalisasi Besar

Perusahaan dengan free float di bawah 12,5% wajib mencapai minimal 12,5% pada 2027 dan 15% pada 2028.

Berdasarkan data riset Kontan per 1 Juni 2026, masih ada sekitar 24 emiten perbankan yang belum memenuhi standar free float 15 persen.

BEI membedakan batas waktu berdasarkan kapitalisasi pasar.

>>> Timnas U19 Indonesia Incar Kemenangan Perdana Lawan Australia

Perusahaan dengan kapitalisasi di atas Rp5 miliar wajib memenuhi aturan paling lambat 31 Maret 2028. Sementara emiten berkapitalisasi di bawah Rp5 miliar mendapat perpanjangan hingga 31 Maret 2029.