"Jadi, kami masih berpatokan pada target yang akan dicapai sampai Desember 2026 yaitu Rp4,3 triliun marketing sales yang akan ditopang dari penjualan rumah, ruko-rukan, dan kaveling komersial," papar Christy.

Terkait dengan kebijakan hak pemegang saham, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pekan lalu menelurkan sejumlah keputusan penting.

Sebanyak 91,69% pemegang saham yang hadir memberikan persetujuan terhadap seluruh agenda rapat, termasuk pembagian dividen tunai bernilai Rp5 per saham atau setara total Rp90,6 miliar.

Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, emiten properti ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melesat hingga mencapai Rp578 miliar, atau mencatatkan kenaikan lebih dari 10 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pengembangan Infrastruktur dan Cadangan Lahan PIK2

Pencapaian laba bersih tersebut ditopang oleh tingginya kontribusi penjualan kaveling tanah komersial di area CBD PIK2.

Permintaan yang kuat terus berdatangan dari para investor strategis serta pelaku usaha seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir tersebut.

Penguatan ekosistem terus dilakukan lewat pembangunan berbagai infrastruktur penunjang, termasuk pengoperasian NICE sebagai salah satu pusat MICE terbesar yang telah mengamankan puluhan acara skala nasional dan internasional.

Konektivitas juga terbantu oleh pembukaan bertahap Jalan Tol Kataraja yang menghubungkan wilayah ini ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Secara fundamental, perusahaan kongsi Agung Sedayu dan Salim Group ini ditopang oleh kepemilikan total aset bernilai sekitar Rp50 triliun.

>>> Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta hingga MRT pada HUT Jakarta

PANI juga menguasai cadangan lahan atau land bank seluas 1.825 hektare yang memberikan kepastian pengembangan proyek dalam jangka panjang.