BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5% Respons Tekanan Rupiah
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan pada Selasa (9/6/2026).
Kenaikan ini juga berlaku untuk suku bunga Deposit Facility menjadi 4,5% dan Lending Facility menjadi 6,25%.
>>> Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris Bersama MU
Langkah mendadak tersebut mencerminkan tekanan terhadap rupiah yang sudah memasuki fase serius.
Respons Anti-Panik BI
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai keputusan ini lebih tepat dibaca sebagai kebijakan anti-panik.
"BI ingin menghentikan spiral pelemahan kurs sebelum berubah menjadi krisis kepercayaan yang lebih mahal untuk dipulihkan," ujarnya pada Kamis (11/6/2026).
Menurut Syafruddin, kenaikan suku bunga saja tidak cukup menopang rupiah jika pasar tetap mencemaskan risiko fiskal, kualitas belanja pemerintah, defisit, utang, dan kredibilitas kebijakan ekonomi.
Suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset rupiah, tetapi sovereign risk premium menentukan apakah investor percaya pada prospek makro Indonesia.
Nilai credit default swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun yang berada di sekitar 154,810 pada 9 Juni 2026 menunjukkan pasar masih meminta kompensasi risiko tinggi.
Jika CDS tetap melebar, kenaikan BI Rate bisa kehilangan daya karena investor membaca risiko Indonesia tidak hanya dari selisih bunga, tetapi juga dari persepsi fiskal dan tata kelola kebijakan.
"Stabilisasi rupiah memerlukan bauran kebijakan yang lebih luas: BI menjaga kredibilitas moneter, pemerintah menjaga disiplin fiskal, dan otoritas keuangan menjaga kepercayaan investor," kata Syafruddin.
Dampak ke Pasar Keuangan
Rupiah berpeluang bergerak lebih stabil dalam jangka pendek setelah kenaikan suku bunga, terutama jika DXY tidak kembali menguat dan BI mempertahankan intervensi valas secara terukur.
Update Terbaru
Mengenal Nasi Jaha, Kuliner Khas Manado yang Dibakar dalam Bambu
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Mobil Turbo Turun Spesifikasi BBM Berisiko Alami Kerusakan Mesin
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojol
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Vinicius Junior Pasti Bertahan di Real Madrid Musim Depan
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
IHSG Melemah ke Level 5.886, Saham KOPI dan RISE Justru Melonjak
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
KSAD Maruli Simanjuntak Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis untuk Menu Sehari-hari
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
Pemerintah Tunjuk Danantara Sumberdaya Indonesia Kelola Ekspor Komoditas Strategis
Kamis / 11-06-2026, 17:17 WIB
Pemko Medan Perluas Program Tebus Ijazah ke Madrasah Swasta
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Kementerian ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jawa Akibat Kelangkaan Batu Bara
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Australia Khawatirkan Dampak Ketergantungan pada Starlink
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Penyelundupan Elektronik Ilegal
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Integrasi dengan KRL
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Liwet Bakar Derajat Viral di Ciledug, Topping Melimpah Mulai Rp19 Ribu
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB






