Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan penambahan 10 kuota Beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, yang mulai berlaku pada tahun akademik 2026.

Kepastian penambahan bangku kuliah tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, H.E.

>>> Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Korupsi Impor Blueray Cargo

Yasser Elshemy, kepada Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah pada awal Juni 2026.

Dengan tambahan ini, jumlah penerima beasiswa melalui jalur PP Muhammadiyah melonjak dari 20 menjadi 30 mahasiswa per tahun.

Komitmen Muhammadiyah Melahirkan Ulama Global

Bagi Muhammadiyah, pilar pendidikan menjadi fondasi utama gerakan sejak organisasi ini didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 1912.

Langkah mengirimkan kader ke pusat keilmuan dunia, termasuk Al-Azhar Mesir, menjadi strategi jangka panjang Muhammadiyah dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul.

Banyak alumnus Al-Azhar yang kembali ke tanah air dan berkiprah menjadi ulama, dosen, peneliti, pimpinan pesantren, hingga tokoh masyarakat.

Apresiasi Atas Kepercayaan Pemerintah Mesir

PP Muhammadiyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Republik Arab Mesir atas kepercayaan yang terus diberikan.

Sikap ini dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kualitas kader serta sistem pendidikan Muhammadiyah yang mendukung kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Hubungan akademik dan diplomatik antara Indonesia dan Mesir, khususnya di bidang pendidikan tinggi Islam, dinilai semakin erat melalui kebijakan ini.

Berdasarkan maklumat resmi PP Muhammadiyah, tambahan 10 kuota ini dialokasikan bagi peserta seleksi yang sebelumnya masuk dalam daftar cadangan.

Tujuh peserta cadangan yang sudah ditetapkan akan langsung otomatis mengambil kesempatan tersebut, sementara tiga slot tersisa diberikan kepada peserta berikutnya berdasarkan urutan peringkat nilai wawancara.

Skema ini diterapkan untuk memastikan seluruh kuota tambahan terserap optimal oleh peserta yang telah melewati rangkaian seleksi.