Para penerima tambahan kuota berasal dari sekolah, pesantren Muhammadiyah, serta lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Berikut adalah daftar sepuluh nama peserta yang berhak menerima tambahan kuota beasiswa:

1. Dinda Talia Qur'ani – MBS Prambanan Yogyakarta

2. Hafish Azril Almudzaki – MBS Prambanan Yogyakarta

>>> Pemerintah Evaluasi Iuran BPJS Kesehatan pada Kuartal Kedua 2026

3. Assifa Saputri – MBS Prambanan Yogyakarta

4. Isyanda Ganes Hamida – Pondok Pesantren Elkisi Mojokerto

5. Kayyisa Syafa Aulia – MBS Prambanan Yogyakarta

6. Eliza Nuraini Putri – MBS Prambanan Yogyakarta

7. Amru Abdul Ghany – MAS Tahfizhul Qur'an Isy Karima Karanganyar

8. Muhammad Royyan Falih – MAS Persis 1 Bangil

9. Rahma Permata Aulia – Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo

10. Muhammad Rais Aban – MANPK MAN 1 Surakarta

Data tersebut menunjukkan sebaran penerima beasiswa mencakup daerah luas dengan latar belakang institusi pendidikan yang variatif.

Ajang seleksi beasiswa Al-Azhar selalu menarik minat tinggi dari santri dan pelajar Muslim di Indonesia setiap tahunnya.

Selain mutu yang diakui global, Al-Azhar menawarkan atmosfer belajar yang kental dengan tradisi intelektual Islam.

Para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengaji langsung kepada ulama dan profesor yang menguasai disiplin ilmu keislaman.

Ekspansi kuota beasiswa ini membawa dampak yang melampaui keuntungan personal para penerimanya.

Para mahasiswa penerima program ini diproyeksikan menjadi generasi intelektual Muslim yang mampu menggabungkan kedalaman agama dengan solusi atas problem sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan.

>>> Pemkot Bandung Tunjuk Faunaland Kelola Bandung Zoo Selama 26 Tahun

Bagi internal Muhammadiyah, keberhasilan pengiriman kader ke Al-Azhar merupakan investasi jangka panjang dalam memperkuat dakwah serta pendidikan Islam berkemajuan.