Reformasi Struktural Kunci Pemulihan

Bank Dunia menekankan bahwa prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah sangat bergantung pada keberhasilan reformasi struktural.

>>> AS Serang Iran Setelah Negosiasi Damai Buntu, Iran Balas Serang Negara Teluk

Akselerasi menuju 5,2% pada 2027-2028 akan didorong oleh membaiknya sektor komoditas, penguatan kredit swasta, dan percepatan investasi melalui Danantara.

Langkah deregulasi dan penghapusan hambatan birokrasi usaha juga memegang peranan krusial.

Namun, stimulus dari sisi permintaan seperti program fiskal dan belanja pemerintah masih mendominasi motor penggerak ekonomi saat ini.

Tanpa reformasi yang fokus pada peningkatan produktivitas, dorongan tersebut dinilai hanya memberikan efek temporer. "Proyeksi pemulihan menuju 5,2% pada periode 2027-2028 bergantung pada keberhasilan reformasi," katanya.

Mengenai inflasi, Bank Dunia mengestimasi laju inflasi domestik masih akan berada di dalam koridor target Bank Indonesia.

Namun, potensi lonjakan harga pada sektor pangan dan pasokan energi tetap harus diwaspadai.

Ancaman terbesar bagi perekonomian domestik datang dari stabilitas eksternal.

Hambatan rantai pasok minyak dan rute pelayaran global yang berkepanjangan berisiko menaikkan inflasi, membengkakkan subsidi energi, menekan ekspor, menurunkan realisasi FDI, serta menaikkan biaya pinjaman.

Jika skenario buruk terjadi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027-2028 berpotensi terkoreksi lebih rendah sekitar 0,2 hingga 0,3 poin persentase dari target dasar.

Sebaliknya, peluang capaian lebih tinggi terbuka jika pemulihan pasokan minyak global berjalan lebih cepat.

>>> Tiga Kebiasaan Sepele yang Memicu Penuaan Dini pada Tubuh

Penurunan harga energi, penguatan sentimen investor, serta implementasi pakta perdagangan dan deregulasi yang agresif dapat mendongkrak ekonomi sebesar 0,2 hingga 0,4 poin persentase pada tahun 2026.