Ulama Jelaskan Hukum Menikah Bulan Suro dan Mitos Kesialan Muharram
Mitos yang melarang pernikahan di bulan Suro karena dipercaya memicu perceraian atau kemalangan tidak berdasar. Al-Qur'an dan hadis sahih tidak pernah mengharamkan pernikahan pada bulan Muharram.
>>> Fabio Cannavaro Klarifikasi Pemeriksaan Keamanan Timnas Uzbekistan
Para sahabat Nabi pun tidak memilah-milah bulan tertentu untuk menikah.
Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah menekankan bahwa hukum pernikahan tidak terikat oleh batasan waktu, hari, atau bulan tertentu, selama tidak melanggar syariat.
Anggapan bahwa bulan tertentu membawa sial adalah keyakinan keliru.
Bahaya Tathayyur dan Sejarah Muharram
Kepercayaan bahwa suatu momentum, benda, atau hewan dapat mendatangkan kemalangan disebut tathayyur. Rasulullah SAW melarang keras konsep ini dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim: 'Tidak ada tathayyur.'
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan tathayyur bertujuan menjaga kemurnian tauhid. Mempercayai hari tertentu membawa celaka berarti meyakini adanya kekuatan di luar kehendak Allah.
Sejarah para nabi justru menunjukkan Muharram sebagai bulan penuh kemenangan.
Hari Asyura menjadi saksi peristiwa besar seperti diselamatkannya Nabi Musa dari Fir'aun, diterimanya tobat Nabi Adam, selamatnya Nabi Nuh dari banjir, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan, dan kesembuhan Nabi Ayyub.
Untuk menghormati nilai historis dan spiritual tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan puasa sunnah pada 9 dan 10 Muharram, atau alternatif 10 dan 11 Muharram.
Mengapa Mitos Suro Masih Bertahan?
Dadang Kahmad dalam Pengantar Sosiologi Agama menyebut bahwa mitos bertahan karena diwariskan lintas generasi tanpa verifikasi.
Tradisi yang terus diulang sering diterima sebagai kebenaran mutlak, padahal Islam mewajibkan setiap keyakinan diuji dengan dalil dan ilmu pengetahuan.
Islam tidak melarang tradisi lokal seperti kirab budaya atau doa bersama pada malam 1 Suro, selama bertujuan mempererat silaturahmi.
Penyimpangan terjadi ketika tradisi melahirkan doktrin bahwa waktu tertentu memiliki otoritas mendatangkan mudarat atau manfaat di luar kuasa Allah.
>>> Giftbox Bridesmaid dan Groomsmen Jennifer Coppen Dipenuhi Sentuhan Personal
Umat Islam dianjurkan menyambut Muharram dengan amalan utama: puasa Tasu'a dan Asyura untuk menghapus dosa setahun lalu, memperbanyak sedekah, muhasabah awal tahun, serta memperkuat akidah dari jerat takhayul.
Update Terbaru
TECNO POVA 8 5G Resmi Meluncur di India, Baterai 8000mAh dan Layar 144Hz
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
TASPEN Edukasi ASN dan Pensiunan soal Keterbukaan Informasi
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
Bank Dunia: Ruang Fiskal Indonesia Tertekan, Defisit Dekat Batas UU
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Penjualan Resmi
Kamis / 11-06-2026, 15:53 WIB
Astra International Kuasai 56% Pasar Otomotif pada Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:53 WIB
Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Stagnan Setelah Sempat Turun
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5% Respons Tekanan Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris Bersama MU
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
Zulkifli Hasan Targetkan Pembenahan Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Militer Pentagon
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Militer China
Kamis / 11-06-2026, 15:51 WIB
Pengamat Pajak Soroti Rendahnya Kontribusi Wajib Pajak Baru
Kamis / 11-06-2026, 15:51 WIB
Erick Thohir Ajak Kepala Daerah Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:51 WIB
BSI Catat Kenaikan Rasio Profitabilitas Return on Assets Jadi 2,42 Persen
Kamis / 11-06-2026, 15:49 WIB






