Kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi sering muncul saat ponsel menunjukkan perilaku tidak biasa. Gejala seperti baterai cepat habis atau perangkat yang panas kerap dikaitkan dengan penyadapan.

Menurut laporan Bloomberg Technoz, indikasi tersebut belum tentu menandakan ponsel sedang diintai. Penurunan performa lebih sering disebabkan oleh malware atau gangguan teknis sistem.

>>> Samator Indo Gas Bagikan Dividen Tunai Rp35 Miliar

Namun, ada beberapa tanda yang patut diwaspadai karena bisa berkaitan dengan spyware yang beroperasi di latar belakang.

Suhu perangkat yang cepat panas dan baterai yang terkuras drastis menjadi salah satu gejalanya.

Program berbahaya umumnya mengonsumsi daya ekstra secara konsisten untuk mengumpulkan dan mengirim data pemilik ponsel. Lonjakan pemakaian kuota internet yang tidak wajar juga menjadi indikator penting.

Aplikasi penyadap memerlukan koneksi internet terus-menerus guna menyalurkan informasi ke server pihak ketiga. Gangguan seperti suara gema atau dengungan saat panggilan telepon juga perlu dicermati.

Sistem yang tiba-tiba restart atau mengaktifkan aplikasi sendiri tanpa instruksi pengguna juga bisa menjadi pertanda. Masyarakat sering menggunakan kode dial tertentu yang dipercaya dapat mendeteksi penyadapan.

Fakta di Balik Kode Dial Deteksi Penyadapan

Padahal, kode-kode tersebut memiliki fungsi teknis yang berbeda dari asumsi yang beredar.

Kode *#21# misalnya, berfungsi untuk memverifikasi status pengalihan panggilan (call forwarding) untuk data, suara, dan pesan singkat.

Sementara kode *#62# digunakan untuk memantau pengalihan panggilan saat ponsel tidak menjawab telepon. Adapun kode ##002# berperan menonaktifkan seluruh sistem pengalihan panggilan yang aktif.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan sambungan dialihkan ke nomor voicemail operator, hal tersebut merupakan kondisi normal. Jadi, kode dial tersebut tidak dirancang untuk mendeteksi penyadapan.