Seorang pemilik restoran di Pittsburgh, Amerika Serikat, menolak tawaran kolaborasi promosi berbayar dari seorang pembuat konten makanan terkenal.

Penolakan tersebut memicu perselisihan hukum setelah percakapan mereka diunggah ke media sosial.

>>> OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah

Troy Beck, pemilik restoran Nothingman, membagikan tangkapan layar perbincangannya dengan Wasil Daoud, seorang influencer TikTok yang memiliki lebih dari 12 juta pengikut.

Dalam pesan tersebut, Daoud menawarkan dua paket promosi untuk mengulas restoran milik Beck.

Paket pertama seharga US$1.200 atau sekitar Rp21,5 juta untuk satu Instagram Reels dan dua Instagram Stories.

Paket kedua seharga US$1.800 atau sekitar Rp33 juta untuk promosi lintas platform.

"Oh, tidak. Kami tidak tertarik," kata Troy Beck saat membalas tawaran tersebut.

Penolakan ini berbuntut panjang setelah Beck mengunggah bukti percakapan ke platform X hingga menjadi viral.

Daoud kemudian mengirimkan pesan lanjutan yang menyatakan bahwa ia telah melibatkan tim hukumnya. "Pengacara saya sudah mencoba menghubungi Anda.

>>> NASA Ungkap Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Sejak 1972

Surat penghentian dan peringatan sudah ada di inbox email Anda," ujar Wasil Daoud.

Beck menanggapi ancaman somasi tersebut dengan santai melalui pesan balasan.

Ia juga mengkritik tindakan para pembuat konten yang sering meminta kompensasi tinggi kepada pemilik usaha makanan berskala kecil.

"Berhentilah meminta penjual makanan yang masih kecil untuk membayar agar Anda bisa makan gratis," kata Troy Beck.

Perselisihan di media sosial tersebut diakhiri dengan tanggapan singkat dari pihak pembuat konten mengenai langkah hukum selanjutnya.

"Baik, sampai bertemu di pengadilan," kata Wasil Daoud. Hingga saat ini, unggahan tersebut terus memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai etika pemasaran digital.

>>> Menteri UMKM Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk 2027

Pihak Daoud sendiri belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.