Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengajukan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk tahun anggaran 2026. Dana ini diperlukan guna mengamankan kelanjutan konstruksi infrastruktur IKN tahap dua.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

>>> Amerika Serikat Resmi Jadi Eksportir Minyak Terbesar Dunia pada Mei 2026

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memaparkan langsung kebutuhan dana itu di hadapan para anggota dewan.

"Untuk memenuhi target pembangunan IKN sampai dengan tahun 2028, Otorita IKN mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk tahun 2026," ujar Basuki.

Rencana Anggaran Hingga 2027

Selain tambahan untuk 2026, OIKN juga telah merancang kebutuhan dana untuk tahun 2027. Usulan tambahan anggaran untuk tahun tersebut mencapai Rp15,5 triliun.

"Jadi ini kami skenarionya adalah batch dua itu adalah multi-years kontrak di tahun 2025, 2026, 2027 dan tengah dibicarakan bersama dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan," tambah Basuki.

>>> Pertamina Perkuat Sinergi Operasional demi Jaga Ketahanan Energi

Secara keseluruhan, proyek konstruksi IKN tahap dua memiliki total pagu anggaran Rp48,8 triliun. Pengerjaannya dipecah ke dalam tiga tahapan kontrak terpisah.

Fase pertama senilai Rp3,7 triliun dengan kontrak tahun tunggal untuk jalan dan jaringan multi-utility tunnel (MUT) telah rampung pada akhir 2025.

Fase kedua senilai Rp20 triliun menggunakan skema tahun jamak yang difokuskan pada kompleks perkantoran lembaga legislatif serta yudikatif beserta sarana pengairan pendukung.

"Kemudian juga dalam batch dua ini dibangun 24 embung, kolam retensi, dan jaringan SPAM perpipaan di kawasan tersebut," imbuh Basuki.

>>> Harga Emas Digital 11 Juni 2026 Alami Penurunan, Minat Investasi Tetap Tinggi

Fase ketiga membutuhkan anggaran Rp17,2 triliun dengan masa kontrak tahun jamak dari 2026 hingga 2028. Fokusnya pada hunian vertikal, rumah tapak dinas, serta kawasan diplomatik.