CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyatakan dukungannya terhadap sanksi yang lebih berat bagi Jorge Martin.

Pebalap asal Spanyol itu dinilai bertanggung jawab atas kecelakaan beruntun di MotoGP Hungaria 2026.

>>> Langit Pictures Rilis Trailer Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis

Insiden terjadi pada lap pembuka di Sirkuit Balaton Park, Minggu (8/6). Kecelakaan tersebut menyeret Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio.

Martin dijatuhi hukuman double long lap penalty untuk balapan berikutnya. Hukuman itu sesuai regulasi pelanggaran lap pertama.

Rivola menilai sanksi yang lebih keras dapat dibenarkan demi keselamatan. "Saya tidak akan tidak setuju jika hukumannya dibuat lebih berat," ujarnya.

Ia menekankan bahwa tikungan pertama memiliki risiko tinggi. "Para pebalap sudah mengambil risiko di mana-mana, jadi menambah risiko lagi sebenarnya tidak perlu," kata Rivola.

>>> SoFi Stadium, Stadion Termahal di Dunia, Siap Gelar Laga Piala Dunia 2026

Meski lega tidak ada cedera parah, Rivola kecewa dengan kecerobohan Martin. "Ini hari yang beruntung karena hasil akhirnya bisa jauh lebih buruk," tuturnya.

Rivola sempat berbicara singkat dengan Martin setelah balapan. "Dia meminta maaf kepada semua orang, tetapi tetap saja sulit untuk menerimanya," ucapnya.

Ia membandingkan insiden ini dengan kesalahan Martin di MotoGP Jepang musim lalu. "Seorang juara dunia tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu," tegas Rivola.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Harmonis Hubungan Asmara Terbaru

Akibat insiden ini, persaingan klasemen MotoGP 2026 bergeser. Marc Marquez yang memenangi Sprint Race dan balapan utama kini mendekati poin Bezzecchi.