Keunggulan BBCA terletak pada basis dana murah (low-cost deposits) yang mencapai 81% dari total Dana Pihak Ketiga. Angka ini lebih tinggi dibanding bank sejenis yang berkisar 67–70%.

Kondisi likuiditas tersebut membuat BBCA lebih tangguh menghadapi tekanan biaya pendanaan.

Hal ini juga mendukung pemulihan Net Interest Margin (NIM) setelah sempat turun menjadi 5,7% pada tahun lalu.

"Setiap kenaikan 10 basis poin pada margin berpotensi mendukung pertumbuhan laba pada kisaran high single digit (7–9%), lebih tinggi dibanding proyeksi pasar saat ini yang memprediksi pertumbuhan laba sekitar 5%," jelas Sarah dan Alison.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menunjukkan 35 dari 37 analis (94,6%) memberikan rekomendasi beli.

Target harga 12 bulan ke depan berada di level Rp8.826 per saham, mencerminkan potensi kenaikan 56,9%.

>>> Penjualan Ritel Nasional Turun 3,7 Persen pada April 2026

Citi memasang target harga Rp9.800, sementara Verdhana Sekuritas menjadi yang paling optimistis dengan target Rp10.100.