Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mendorong para investor untuk membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Menurutnya, saham bank swasta strategis ini memiliki fundamental yang kuat.

Himbauan tersebut disampaikan di tengah tekanan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dasco menilai saat ini harga saham BBCA sedang murah.

>>> Alwi Farhan dan Ubed Lolos ke Perempat Final Australian Open 2026

"Apalagi, saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah, ya dibeli saja," kata Dasco kepada awak media di DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Selain investor umum, Dasco juga mendorong Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan pengelola dana pensiun BUMN untuk melakukan buyback saham-saham berfundamental kuat.

"Kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali," ujar Dasco.

Penurunan harga terjadi akibat IHSG yang melorot 32,2% ke level 5.876 sejak awal tahun.

Hal ini dipicu posisi jual bersih investor asing sebesar Rp2,93 triliun di pasar reguler, dengan total capital outflow mencapai Rp78,32 triliun sejak awal tahun.

Meskipun demikian, saham BBCA terpantau berbalik menguat 1,33% ke level 5.725 pada perdagangan pagi ini.

Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah sebelumnya ditutup naik 9,7% ke Rp5.650, dengan PBV sekitar 2,72 kali dan PER 12,15 kali.

Analis Optimistis Kinerja BBCA

Analis Bloomberg Intelligence Sarah Jane Mahmud dan Alison Hor menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia akan memberikan sentimen positif bagi BBCA.

>>> 6 Fakta Piala Dunia 2026, Total Hadiah Termahal Sepanjang Sejarah

Menurut mereka, BBCA berpotensi memperoleh peningkatan laba lebih besar dibanding bank sejenis.