Melalui metode penanggalan argon-argon, tim ahli memastikan mineral ini terbentuk secara konstan sejak 66 juta hingga 58 juta tahun lalu.

Data ini membuktikan aktivitas hidrotermal di bawah kawah terus menyala selama 8 juta tahun.

"Kemajuan dalam metode komputasi memungkinkan peneliti mensimulasikan sistem alam yang kompleks dengan realisme yang belum pernah ada sebelumnya," jelas Evangelos Christou dari University of Glasgow.

Hasil studi yang dirilis dalam jurnal Communications Earth & Environment ini memberikan perspektif baru mengenai sejarah Bumi.

Temuan ini juga menjadi indikasi penting bagi misi pencarian jejak kehidupan di luar angkasa, termasuk di Planet Mars.

"Batuan berpori dan retak yang tercipta akibat hantaman menyediakan lingkungan mikro di mana mikroorganisme dapat terlindungi dari radiasi dan suhu ekstrem," pungkas Pickersgill.

>>> Pinterest Integrasikan Amazon Storefronts untuk Mudahkan Monetisasi Kreator

"Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi kehidupan untuk bertahan dan berkembang."