Hantaman asteroid raksasa yang memicu kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu ternyata memiliki dampak lain. Peristiwa tersebut melahirkan salah satu ekosistem bawah tanah terlama dalam sejarah Bumi.

Benturan keras itu menciptakan lingkungan hangat dan basah di bawah permukaan yang mampu menyokong kehidupan mikroba.

>>> Apple Luncurkan iOS 27 dengan Integrasi AI Mendalam, Fitur Canggih Terbatas untuk iPhone Baru

Sistem ini bertahan setidaknya 8 juta tahun, jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Melalui simulasi komputer mutakhir, tim peneliti mendokumentasikan bahwa sistem hidrotermal di bawah Kawah Chicxulub bertahan melampaui ekspektasi.

Penemuan ini menjadikannya sistem hidrotermal dampak asteroid terlama yang pernah tercatat di Bumi.

"Di mana pun Anda menemukan air hangat yang mengalir di Bumi, Anda akan menemukan kehidupan," ujar Annemarie Pickersgill dari Scottish Universities Environmental Research Centre (SUERC).

"Penelitian sebelumnya memperkirakan sistem ini hanya bertahan sekitar dua juta tahun, namun kami terkejut dengan hasil terbaru."

Tubrukan asteroid berdiameter sekitar 10 kilometer di Semenanjung Yucatán, Meksiko, memusnahkan sekitar 75 persen makhluk hidup.

Benturan ini melubangi kerak Bumi hingga membentuk kawah selebar 200 kilometer dan melepaskan energi panas yang masif.

Pasca-hantaman, air laut dari Teluk Meksiko merembes ke dalam celah-celah batuan yang retak dan meleleh di bawah kawah.

Proses ini menghasilkan jaringan pori-pori dan saluran bawah tanah berisi air panas yang menjadi tempat ideal bagi mikroba.

>>> Raffi Ahmad Cerita Kronologi Bisa Disebut di Kasus Bea Cukai

Untuk membuktikan durasi aktivitas tersebut, para ilmuwan menguji sampel batuan dari pemboran bawah laut Kawah Chicxulub pada tahun 2016.

Mereka mendeteksi mineral feldspar kaya kalium yang terbentuk akibat sirkulasi cairan panas pasca-bencana.