Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan tanggapan terkait transaksi pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

>>> Antam Pangkas Rasio Dividen Jadi 70 Persen untuk Biayai Proyek Masa Depan

Menurut Dasco, pembelian saham emiten perbankan swasta tersebut tidak menjadi persoalan sepanjang seluruh prosesnya mengikuti mekanisme pasar modal yang berlaku.

"Saya pikir kalau Bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, ya apalagi saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah ya dibeli aja," kata Dasco.

Ia menambahkan, BCA merupakan salah satu entitas swasta nasional yang strategis di Indonesia.

"Karena apa namanya, dengan termasuk swasta nasional yang strategis, sepanjang itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu nggak ada masalah menurut saya.

Silakan aja dibeli," tutur Dasco.

>>> Kapan Malam 1 Suro 2026 Berlangsung? Simak Tanggal dan Maknanya bagi Masyarakat Jawa

Sementara itu, pergerakan harga saham BBCA terpantau mengalami peningkatan sebesar 1,7 persen pada pagi hari dan menyentuh angka Rp 5.750 per lembar saham.

Penurunan harga sebelumnya membuat nilai saham korporasi ini dinilai berada dalam posisi yang terjangkau bagi para investor.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengawali perdagangan pagi hari di zona merah dengan penurunan ke kisaran level 5.800-an.

Data dari RTI pada pukul 9.10 WIB mencatat IHSG bertengger pada posisi 5.889,29, atau mengalami pelemahan sebesar 0,22 persen yang setara dengan penurunan 13,07 poin.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume transaksi hingga 3,60 miliar saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp 2,14 triliun lewat frekuensi perdagangan sebanyak 259.927 kali.

>>> Produksi Beras 2027 Ditargetkan 34,83 Juta Ton, Kementan Usul Anggaran Tambahan Rp22,43 Triliun

Di tengah situasi pasar yang mencatat 226 saham menguat, 297 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan, harga saham BBCA tercatat menorehkan pertumbuhan paling positif dibandingkan tiga emiten perbankan besar lainnya.