Danantara Pasarkan Obligasi Global, Target Dana Satu Miliar Dolar AS
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai memasarkan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat. Lembaga ini menargetkan penghimpunan dana segar sekitar US$ 1 miliar.
Danantara Investment Management menawarkan instrumen utang tersebut dalam dua pilihan tenor, yaitu lima tahun dan 10 tahun.
>>> Didier Deschamps Bela Posisi Kylian Mbappe Sebagai Penyerang Tengah
Informasi ini berdasarkan dokumen pemasaran yang ditinjau pada Kamis (11/6/2026).
Tiga sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebutkan bahwa Danantara membidik dana sekitar US$ 500 juta untuk masing-masing tenor.
Danantara menetapkan panduan imbal hasil awal sekitar 5,70% untuk obligasi tenor lima tahun. Sementara itu, panduan imbal hasil awal untuk tenor 10 tahun ditetapkan sekitar 6,30%.
Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini bakal dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan korporasi secara umum. Alokasi tersebut mencakup pendanaan investasi serta pembiayaan kembali utang yang sudah ada.
Penerbitan instrumen utang ini berjalan dalam kerangka program Global Medium-Term Note senilai US$ 5 miliar yang dimiliki Danantara.
Surat utang tersebut diproyeksikan meraih peringkat layak investasi.
Peringkat layak investasi yang diperkirakan muncul yaitu "Baa2" dari Moody's. Selain itu, S&P Global Ratings dan Fitch Ratings diprediksi memberikan peringkat "BBB".
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis
Danantara menunjuk sejumlah lembaga keuangan global dan domestik sebagai joint bookrunners sekaligus joint lead managers. Lembaga tersebut meliputi Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.
Proses penerbitan obligasi global ini bergulir di tengah sikap investor yang semakin berhati-hati terhadap aset-aset dari Indonesia.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup tajam sepanjang tahun ini ikut memengaruhi sentimen pasar.
Faktor lain yang dinilai memengaruhi pandangan pasar adalah sejumlah kebijakan populis dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perhatian pemodal juga tertuju pada perluasan mandat yang diberikan kepada Danantara.
Pemerintah baru saja menugaskan dana kekayaan negara tersebut menjadi eksportir tunggal untuk komoditas strategis.
Komoditas itu meliputi minyak sawit, batu bara, serta ferroalloy melalui unit baru yang ditargetkan beroperasi pada September mendatang.
Danantara resmi diluncurkan pada Februari 2025 dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
>>> Pemko Medan Kerahkan Lima Armada Damkarmat untuk Atasi Krisis Air di Polonia
Lembaga ini menjadi kendaraan utama pemerintah dalam mengelola dan mengoptimalkan aset strategis negara sekaligus menyokong pembiayaan proyek investasi nasional.
Update Terbaru
Kamar Mandi Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Saluran Air yang Semburat Aroma Tak Sedap
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 12 - 14 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
Daihatsu Pamerkan Rocky Hybrid di Malang, Tawarkan Promo Menarik
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
Astra Daihatsu Motor Ramaikan BTV Semesta Berpesta Malang dengan Promo Menarik
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
OJK Catat Laba Pinjol April 2026 Melonjak 71 Persen
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
San Antonio Spurs Terancam Gagal Juara Usai Tumbang di Game 4
Kamis / 11-06-2026, 11:53 WIB
Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Suku Cadang Motor di Bekasi
Kamis / 11-06-2026, 11:52 WIB
Telkomsel Sediakan Paket MAXStream TV Nonton Piala Dunia 2026 Mulai Rp25.000
Kamis / 11-06-2026, 11:52 WIB
Reno Salampessy Curi Perhatian di ASEAN U19 Championship 2026
Kamis / 11-06-2026, 11:52 WIB
Bursa China dan Hong Kong Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi
Kamis / 11-06-2026, 11:52 WIB
Cara Menonton Piala Dunia 2026 di Laptop Lewat Streaming MAXStream TV
Kamis / 11-06-2026, 11:51 WIB
Validasi SKTP Juni 2026 Dimulai, Tunjangan Profesi Guru Cair Bulanan
Kamis / 11-06-2026, 11:51 WIB
Penyanyi 'KPop Demon Hunters' EJAE Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 11:48 WIB






