Beberapa pola hidup sehat yang dianjurkan: segera mengosongkan urine setelah bangun tidur, hindari menunda buang air kecil terlalu lama, sempatkan berkemih sebelum perjalanan jauh atau tidur malam, dan jaga pemenuhan cairan tubuh sepanjang hari.

Sebaliknya, kebiasaan terlalu sering ke toilet untuk berjaga-jaga juga tidak dianjurkan karena dapat menurunkan kapasitas fungsional kandung kemih.

Gejala Gangguan Saluran Kemih yang Perlu Diwaspadai

Beberapa indikasi klinis memerlukan penanganan medis segera, antara lain: nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil, darah dalam urine, infeksi saluran kemih berulang, perubahan pola buang air kecil mendadak, kesulitan menahan dorongan berkemih, atau rembesan urine.

Gejala lain meliputi sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, rasa belum tuntas setelah berkemih, frekuensi meningkat drastis tanpa pemicu, sering terbangun malam hari untuk buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, atau demam tinggi disertai keluhan saluran kemih.

Kehadiran darah dalam urine wajib diperiksakan ke fasilitas kesehatan meskipun hanya sekali dan tanpa rasa sakit, terutama pada lansia dan perokok aktif.

>>> Negara Teluk Matikan Transponder Kapal untuk Pasok Minyak Global

dr. Chong menegaskan bahwa keluhan saluran kemih yang menetap tidak boleh dianggap normal akibat penuaan, karena banyak gangguan dapat ditangani jika terdeteksi dini.