Kebiasaan Menahan Kencing Bisa Picu Kerusakan Kandung Kemih
Volume darah meningkat saat berbaring karena cairan di kaki kembali ke aliran darah, merangsang ginjal memproduksi lebih banyak urine.
Kondisi serupa terjadi di kabin pesawat karena suhu dingin dan kelembapan rendah. Dehidrasi ringan membuat urine lebih pekat, mengiritasi dinding kandung kemih dan memicu keinginan ke toilet.
Dampak Buruk Menahan Kencing
Kebiasaan menunda buang air kecil dalam jangka waktu lama secara berulang berpotensi menyebabkan overdistensi, yaitu peregangan kandung kemih melebihi batas normal.
>>> Jadwal dan Tarif KRL Solo Jogja 11 Juni 2026 dari Palur ke Yogyakarta
Akibatnya, otot kandung kemih melemah dan tidak mampu mengosongkan urine secara sempurna.
Sisa urine yang mengendap meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu, sensitivitas otot terhadap volume cairan menurun, sehingga tubuh kehilangan kepekaan mendeteksi dorongan berkemih sejak dini.
Kasus pecahnya kandung kemih akibat menahan kencing sangat jarang.
Menurut dr. Chong, pecahnya kandung kemih umumnya terkait trauma berat, keracunan alkohol, sumbatan saluran kemih, atau retensi urine parah, bukan karena kebiasaan menahan kencing sesekali.
Ancaman cedera lebih rentan pada individu dengan gangguan kejiwaan yang kehilangan kepekaan sensorik, serta pasien pascaoperasi atau terapi radiasi karena dinding kandung kemih melemah.
Frekuensi Berkemih Normal dan Tips Menjaga Kesehatan Kandung Kemih
Orang dewasa sehat umumnya buang air kecil 4–8 kali sehari, dengan interval 3–4 jam saat terjaga.
Pemeriksaan medis diperlukan jika seseorang terbangun lebih dari satu kali di malam hari untuk berkemih hingga mengganggu kualitas tidur.
Tidak ada batasan waktu mutlak mengenai durasi aman menahan kencing. Langkah terbaik adalah segera merespons dorongan biologis dan tidak membiasakan menundanya.
Update Terbaru
Pemilik Restoran di Pittsburgh Tolak Tawaran Kolaborasi Berbayar Influencer TikTok
Kamis / 11-06-2026, 12:53 WIB
OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
NASA Ungkap Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Sejak 1972
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
Menteri UMKM Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk 2027
Kamis / 11-06-2026, 12:52 WIB
KLH Susun RPPEM Nasional untuk Kelestarian Mangrove 2026-2055
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
DJP Tambah 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
Kemenkop Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun untuk Koperasi Desa
Kamis / 11-06-2026, 12:51 WIB
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Smart TV via MAXStream TV
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
Javier Aguirre Siapkan Timnas Meksiko Jelang Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
OIKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp3,2 Triliun untuk IKN Tahap Dua
Kamis / 11-06-2026, 12:49 WIB
Amerika Serikat Resmi Jadi Eksportir Minyak Terbesar Dunia pada Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Pertamina Perkuat Sinergi Operasional demi Jaga Ketahanan Energi
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Harga Emas Digital 11 Juni 2026 Alami Penurunan, Minat Investasi Tetap Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Penjualan Eceran Mei 2026 Membaik
Kamis / 11-06-2026, 12:48 WIB






