Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif namun berhasil menguat pada awal perdagangan Kamis (11/6).

Berdasarkan data RTI pukul 09.13 WIB, IHSG naik 0,19% atau 11,15 poin ke level 5.913,53.

>>> Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Sebanyak 257 saham menguat, 263 saham melemah, dan 199 saham stagnan pada sesi awal.

Volume perdagangan mencapai 4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,5 triliun.

Sektor Teknologi Pimpin Penguatan

Kenaikan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral.

Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX Technology (1,27%), IDX Property (0,90%), dan IDX Energy (0,49%).

Di saham LQ45, top gainers meliputi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 5,44%, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 3,12%, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,85%.

Sementara itu, top losers di LQ45 antara lain PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 6,01%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 2,63%, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 2,15%.

Bursa Asia Tertekan Geopolitik dan Inflasi AS

Mayoritas bursa Asia justru melemah. Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,9%.

>>> FIFA Larang Jersey Timnas Haiti Berunsur Politik di Piala Dunia 2026

KOSPI Korea Selatan anjlok 3%, sementara kontrak berjangka S&P 500 melemah 0,3%.

Pelemahan dipicu oleh inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, memicu kekhawatiran suku bunga.

Ketegangan geopolitik juga membebani pasar. Militer AS meluncurkan serangan ke target di Iran pada Rabu (10/6) malam.

Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz, jalur distribusi energi global.

Harga minyak Brent langsung melonjak 2% ke US$ 94,93 per barel.

Analis memproyeksikan saham teknologi Asia masih berpotensi koreksi karena valuasi mahal dan ekspektasi laba yang terlalu optimistis.

>>> Indeks Bisnis-27 Melemah ke 406,38 pada Perdagangan 11 Juni 2026

Strategis Kuantitatif Asia Bernstein, Rupal Agarwal, menilai saham teknologi rentan koreksi lebih lanjut.